Gubernur NTB Sharing Pengalaman Bangun Daerah dengan Gubernur Lampung

KabarNTB, Bandar Lampung – Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi (Tuan Guru Bajang – TGB) memenuhi undangan Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Lampung, Didik Suprayitno di kantor Gubernur Lampung, Kamis 22 Maret 2018.

Silaturahmi kedua pemimpin daerah itu berlangsung usai TGB mengisi tabligh akbar di Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, Bandar Lampung. Mereka berbagi pengalaman terkait kepemimpinan serta program-program Pembangunan yang dilaksanakan baik di Provinsi NTB maupun di Provinsi Lampung.

Di ruang rapat utama Kantor Gubernur Lampung, TGB berbagai pandangan serta pengalaman tentang modal sosial yang ada di NTB, termasuk bagaimana menangani masalah konflik sosial sekiranya ada yang terjadi.

TGB menjalaskan setiap ada potensi pembangunan, pasti akan berjalan seiring dengan tantangan. Karena itu, setiap tahapan pembangunan itu, selalu dilakukan evaluasi setiap tahun. Hal itu yang menjadi salah satu kunci perkembangan NTB yang cukup pesat.

TGB bersama Pjs Gubernur Lampung, Didik Suprayitno

“Apalagi didukung potensi pertanian, keindahan alam dan modal sosial yang mumpuni, NTB menjadi salah satu daerah tumpuan pusat untuk pangan nasional,” ungkapnya.

Mengenai konflik sosial, TGB menjelaskan, sesuai hasil evaluasi dan rekapitulasi serta analisis, ada tiga unsur utama yang menyebabkan terjadinya konflik sosial. Pertama, pemahaman keagamaan yang masih kurang. Kedua perebutan Sumber Daya Alam dan yang ketiga adalah lemahnya penegakan hukum. Karena itu, untuk menangani masalah sosial, salah satu unsur penting adalah penegakan hukum yang adil. Hal itulah yang dilakukan di NTB sehingga keamanan daerah terjamin.

“Sebagaimana saya saksikan di Lampung ini, sumber daya alamnya luar biasa. Sektor pertanian dan perikanan, kehutanan yang melimpah,” jelas TGB.

Dengan potensi itu, TGB menyatakan yakin Lampung akan menjadi provinsi yang maju dan berkembang, aman dan sejahtera.

Pjs Gubernur Lampung, Didik Supayitno berharap silaturrahim itu akan membawa berkah. Ia menjelaskan Lampung cukup luas, yang terdiri dari 2 kota, 13 Kabupaten. 32 persen penduduknya berasal dari Jawa, 27 persen adalah asli Lampung. Sisanya dari dari etnis lain. Sedangkan penduduknya 80 persen beragama Islam.

“Pertanian menjadi potensi utama,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan kalau di Lampung akan dibangun tol trans Sumatera. Kalau sudah selesai dibangun tol itu, lanjutnya, maka produk pertanian akan lebih baik dan membawa kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa Lampung relatif aman. Bahkan, selama 3 tahun mendapat penghargaan dari Kemendagri, terkait penanganan konflik terbaik.

“Kalau terjadi konflik, rata rata karena lahan,” sebut Didik.(EZ/*)

iklan

Komentar