Suara Aktivis Perempuan untuk Siti Rohmi

KABAR UTAMA, PEMILU181 Dilihat

KabarNTB, Mataram – Aktivis lingkungan asal Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Mataram, Baiq Indraningsih, menyatakan kemunculan Hj Siti Rohmi Djalillah (Siti Rohmi) sebagai salah satu kontestan Pilgub NTB merupakan perwujudan hak perempuan yang terwakili di segala bidang.

Aktivis yang akrab disapa Baiq Inde itu menyatakan selama ini suara kaum perempuan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) dianggap hanya pelengkap. Padahal jumlah suara perempuan tak bisa diremehkan karena cukup banyak. Potensi itu pun memungkinkan munculnya keterwakilan perempuan. Ditengah hegemoni kaum adam dalam pilkada NTB, sosok DR Hj Sitti Rohmi Djalilah hadir dalam Pilkada NTB 2019 adalah momentum bagi kebangkitan kaum perempuan NTB.

“Perempuan NTB jangan sekadar memilih kita cetak sejarah dengan memantapkan pilihan ke pasangan Zul – Rohmi,” katanya.

Baiq Inde, aktifis lingkungan NTB

Menurut Baiq Inde, tanggal 27 Juni para perempuan harus menggunakan haknya. Apapun partai dan golongannya perempuan NTB tidak ada kata lain selain mendukung penuh sesama perempuan.

“Cari jilbab ijo dan coblos nomor urut 3,”  ujarnya bersemangat.

Para perempuan, lanjutnya, jangan sekadar ikut sebagai tim hore dalam pesta demokrasi di daerah. Kodrat perempuan sebagai Ibu tentu yang utama tapi sifat dasarnya sebagai pengayom terlihat. Hal ini pula yang tak bisa dilepaskan dari sosok Siti Rohmi.

“Beliau tangguh,” ucapnya beberapa kali.

Baiq Inde menambahkan, walaupun Sitti Rohmi lebih terkenal sebagai pendidik, kakak kandung Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi ini bak politisi yang punya kekuatan laten dan penuh pesona. Dari ratusan tempat dia kunjungi, Sitti Rohmi begitu luwes dan menguasai persoalan mendasar masyarakat.

“Dan saya yakin pasangan calon lain takkan mampu melakukan hal yg Sama. Selain faktor usia juga faktor fisik yang tak memungkinkan,” tandas Baiq Inde.

Terakhir Inde menitip pesan kepada seluruh aktivis perempuan NTB, bahwa saat ini moment yang tepat bagi perempuan NTB menunjukkan begitu banyak perempuan tangguh di daerah ini yang bisa menjadi inspirasi bagi dunia.

Keterwakilan perempuan penting karena perempuan yang faham persoalan dan kebutuhan perempuan. Percuma para aktivis perempuan berteriak menuntut adanya perempuan yang duduk di pemangku kebijakan dan kesetaraan gender, namun ketika ada perempuan tangguh, mampu, berani maju dan berpihak pada perempuan malah tidak ikut mendukung.

“Ingat slogan kita aktivis perempuan, perempuan bersatu tak bisa dikalahkan,” tegasnya.(JK/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses