Teror Anak Panah di Sumbawa Berlanjut, Seorang Pelajar Jadi Korban

KabarNTB, Sumbawa – ‘Teror anak panah’ yang meresahkan warga Kota Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa dalam beberapa hari terakhir, kembali makan korban.

Pada jum’at petang 27 April 2018, sekitar pukul 18.45 Wita, Yandi Juniansyah (15), seorang pelajar kelas 2 SMA, warga Desa Mama Kecamatan Lopok terkena tembakan anak panah di bagian leher sebelah kirinya.
Kejadian kedua dalam satu minggu terakhir itu terjadi di depan kos – kosan di Jalan Sernu Kelurahan Lempeh Sumbawa.

Informasi yang didapat media, saat kejadian, korban Yandi sedang duduk bersama teman perempuannya, Lusi Susilawati (17) di depan kos-kosan.

Kkorban Yandi dengan anak panah masih menancap di lehernya, saat menjalani perawatan di RSUD Sumbawa

TIba – tiba dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter MX melintas di TKP. Begitu melewati depan korban dan saksi, pelaku yang dibonceng berbalik ke arah korban sambil mengeluarkan panah menembakkan ke arah korban. Upaya korban untuk mencoba menghindar tidak berhasil. Anak panah yang ditembakkan pelaku menancap persis di leher bagian kirinya.

Setelah itu, korban masuk ke dalam kos dan memberitahukan rekan – rekannya, sementara pelaku langsung kabur. Rekan-relan korban sempat mengejar, namun pelaku tidak berhasil ditangkap.

Korban Yandi beserta anak panah yang masih menancap di lehernya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Sumbawa dan masih menjalani perawatan hingga saat ini.

Kejadian yang berlangsung sangat cepat itu, menyebabkan korban maupun saksi tidak bisa mengenali pelaku. Apalagi kedua pelaku menggunakan masker penutup wajah.

Korban dan saksi di TKP hanya mengetahui ciri – ciri para pelaku yaitu, pelaku yang didepan menggunakan baju hem berwarna biru, menggunakan helm warna hitam dan memakai masker. Sedsngkan pelaku yang dibonceng menggunakan baju berwarna merah dan menggunakan masker.

Kedua pelaku menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter MX, bagian kepala sepeda motor dicat warna merah, tanpa dek samping dan menggunakan knalpot Satria FU.

Hingga saat ini pihak Kepolisian masih bekerja keras mengungkap kasus teror yang sangat meresahkan ini.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses