KabarNTB, Sumbawa – Parade ‘Malala’ (membuat minyak Sumbawa) yang akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, untuk memperingati Tahun Baru Islam 1441 H, dipastikan akan berbeda dengan parade tahun sebelumnya.
Kepala Bagian Pemerintahan Setda Sumbawa, Ikram Mubarak, memastikan tidak akan ada lagi nama minyak Sumbawa yang berbau erotis seperti tahun sebelumnya dalam parade tahunan yang sarat nuansa religius dan budaya itu.
“Tahun ini nuansa nama minyak Sumbawa yang berbau erotis akan dihilangkan, karena tidak sesuai dengan momentum Tahun Baru Islam,” ujar Ikram, Senin 26 Agustus 2019.

Ia mengatakan, yang perlu dipahami bahwa Parade Malala yang rutin digelar pada malam 1 Muharram sejatinya merupakan implementasi falsafah hidup Tau Samawa “Adat Barenti Ko Syara, Syara Barenti Ko Kitabullah”.
“Sehingga nama minyak yang akan ditampilkan, diupayakan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam,” sergahnya.
Masih menurut Ikram, Parade Malala yang diikuti “Sandro” perwakilan dari 24 kecamatan se-Kabupaten Sumbawa, merupakan media pembelajaran dan pengetahuan bagi generasi muda, bahwa kehidupan masyarakat Sumbawa tidak bisa jauh dari budaya dan alam.
Ini dibuktikan dengan berbagai bahan baku dari pembuatan Minyak Sumbawa, berasal dari bahan-bahan alami dari alam. Disisi lain, Parade Malala diharapkan sebagai pendorong dan ajang promosi untuk pengusaha Minyak Sumbawa, sehingga nantinya Minyak Sumbawa diharapkan mendapatkan label resmi dari BPOM.
“Mari ramaikan Parade Malala, sebagai media mempererat tali silaturahim, memperkuat keakraban seluruh komponen masyarakat, untuk Sumbawa hebat bermartabat,” ujar Ikram.(JK)







