KabarNTB, Mataram – Salah satu fokus Pemprov NTB saat ini yaitu penyiapan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap II yang dihajatkan untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 bagi masyarakat NTB. Memurut Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi warga yang tidak mampu dan terdampak, namun juga terbukti mampu menggairahkan kembali ekonomi di sektor Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Pelaksanaan JPS Gemilang tahap II harus lebih baik dari tahap pertama. Khususnya masalah data dan produk yang diberikan kepada masyarakat,” kata Gubernur saat memimpin rapat Pemantapan JPS Gemilang Tahap II dengan Kepala OPD dan stakeholder/mitra terkait seperti PT.GNE dan Bulog, Selasa 12 Mei 2020 di Mataram.
“Pemantapan JPS kali ini kita fokus agenda utama yaitu Pemantapan Data penerima dan Produk JPS Gemilang. Data harus relatif lebih baik, pastikan data kita valid dan penerima tepat sasaran. Untuk produknya, pastikan semua adalah produk lokal,” sebut Gubernur.

Gubernur Zul menegaskan bahwa JPS Gemilang adalah sebuah pesan, bukan hanya program semata. Pesan yang dimaksud adalah pemberdayaan IKM dan UMKM di Provinsi NTB. Jangan sampai IKM di dalam daerah tidak merasakan manfaatnya.
“Jangan sampai karena kita memberikan bantuan dan mengejar volume besar, kita menggunakan pabrikan dan IKM kita tidak diberdayakan. IKM kita mampu. Kita memberdayakan IKM betul-betul serius, kita maksimalkan IKM agar Insyaallah ekonomi kita di NTB bisa lebih berdaya” lanjutnya.
Gubernur juga menyampaikan bahwa para kepala daerah di NTB juga sangat bersemangat dalam program mendukung JPS Gemilang ini. Hal ini dikarenakan seluruh IKM dan UMKM yang terlibat berasal dari seluruh kabupaten/kota Di NTB.
“Para Bupati dan Walikota setelah tahu pesan program ini, semuanya sangat setuju dan bersemangat” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur bersama seluruh peserta rapat turut merumuskan pola terbaik untuk JPS Gemilang, termasuk pola pengumpulan hasil produksi IKM. Dimana pada tahap ke II ini, JPS Gemilang akan lebih efektif. Terdapat sebanyak 362 IKM/UMKM yang terlibat. Dan setiap kabupaten/kota memiliki IKM yang berbeda-beda sehingga akan saling menutupi dengan nilai yang sama.
“Mudah-mudahan bukan saja produk yang delivered kepada masyarakat. Namun mindset ini juga tersampaikan. Peta industrialisasi kita di NTB mulai terlihat, dari sini bisa kita buatkan roadmap industrialisasi di seluruh kab/kota.” tambahnya.
Gubernur Zul optimis bahwa JPS Gemilang akan mampu membuka dan menciptakan ekosistem baru dalam perekonomian di NTB. “Semoga program ini bisa betul-betul sesuai, sehingga ada _sense of belonging_nya. Setelah pandemi ini berlalu, maka ekosistem ekonomi baru akan terbentuk dan menjadi cikal bakal di kabupaten/kota. Menjadi vendor-vendor di BUMDes. Para IKM ini akan punya kekuatan dan betul-betul berdaya” tutupnya.
Sebelumnya, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB H Ridwan Syah, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi akan menaikkan jumlah kuota penerima JPS Gemilang. “Akan ada penambahan data penerima di tahap II ini dari 105.000 penerima menjadi 125.000 penerima,” jelasnya.Jumlah kuota akan dilakukan evaluasi dan dikirim ke desa di setiap kabupaten/kota. “Disanalah boleh menambahkan, boleh mengurangi sesuai kriteria yang ada. Kemudian data penerima harus di tandatangani dan di SK kan sehingga jelas dan terbuka,” tambahnya.(NK)
Komentar