Bapaslon Melanggar Protokol Kesehatan Terancam Sanksi Administrasi dan Pidana

KabarNTB, Mataram – Seluruh bakal pasangan calon (Bapaslon) peserta Pilkada serentak di 7 kabupaten /kota di NTB menandatangani deklarasi dan komitmen untuk mematuhi protokol kesehatan covid-19 di semua tahapan Pilkada yang diikuti, Kamis 17 September 2020.

Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan tenis Mapolda NTB di Mataram itu, merupakan langkah progresif dalam upaya penanganan Covid-19. Salah satu komitmen yang ditandatangani semua Bapaslon adalah komitmen untuk bertanggung jawab terhadap masa pendukungnya.

Intinya, pasangan calon tak boleh lepas tangan dalam seluruh aktifitas kampanye dan aksi sosialisasi lainnya yang digelar oleh pendukungnya. Dalam pemilukada kali ini, konteks yang menjadi objek adalah protokol kesehatan yang rentan dilanggar dalam masa kampanye.

Kapolda NTB, Irjen Pol Muhammad Iqbal berbicara di acara deklarasi dan penandanganan komitmen Bapaslon untuk menaati protokol kesehatan di seluruh tahapan Pilkada

Kegiatan deklarasi dihadiri oleh 23 pasangan calon dari 7 kabupaten / kota yang di NTB yang akan melaksanakan Pilkada, Ketua KPU dan Bawaslu NTB, Wagub NTB, serta Danrem 162/Wira Bhakti.

Kapolda NTB, Irjen Pol Muhammad Iqbal, sebagai tuan rumah kegiatan deklarasi, menjelaskan, Provinsi NTB sejauh ini menjadi salah satu provinsi yang paling progresif dalam hal mitigasi Pandemi Covid-19. Selain membuat sinergitas antara semua pihak dalam lomba Kampung Sehat, yang paling anyar adalah terbitnya Perda (Peraturan Daerah) No. 7/2020 tentang pengendalian penyakit menular.

Kapolda menegaskan bahwa dirinya tidak ingin ada ledakan baru kasus Covid-19 dari klaster Pilkada di NTB. “Semua kawasan di Indonesia menghadapi problem yang sama. Karena, jadwal pemilukada tetap dihelat pada 9 Desember mendatang,” ucapnya.

Namun, Kapolda yakin, semua bisa diantisipasi jika semua pihak terkait mematuhi protokol kesehatan dengan ketat. Selain itu, Kapolda juga mengingatkan semua pihak untuk tak menepuk dada terlebih dulu dengan makin landainya kurva Covid-19 di NTB.

“Perjalanan masih panjang. Ancaman Covid-19 masih di depan mata. Untuk itu, penerapan protokol kesehatan masih menjadi sangat penting,” timpalnya.

Mantan Kapolrestabes Surabaya itu juga menyitir prinsip hukum paling dasar, yakni Solus Populi Suprema lex Esto –Keselamatan Rakyat merupakan hukum tertinggi. “Silakan berkompetisi, silakan berkampanye, tapi jangan lupa protokol. Karena yang terpenting adalah kesehatan dan keselamatan masyarakat,’’ tegasnya.

Ia menyinggung bahwa selama empat bulan terakhir, semua pihak sudah bekerja keras untuk menekan kurva Covid-19. Kerja keras itu jangan kemudian sia-sia karena euphoria politik yang berlebihan. “Saya berharap, semua pihak mengingat ini semua. Kami siap memproses tiap pelanggaran yang ada secara pidana,” tegasnya.

Sementara itu, Direskrimum Polda NTB, Kombespol Hari Brata memaparkan mengenai aturan-aturan hukum yang bisa digunakan kepada setiap potensi pelanggaran protokol kesehatan dalam tahapan pemilu.

“Saya nyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang bisa lepas dari jerat pidana. Oleh karena itu, mari kita semua bersama menjaga protokol ini dengan ketat dan bisa menjalani pemilukada dengan semua tetap sehat,” terangnya.

Seluruh Bapaslon yang hadir mengapresiasi kegiatan deklarasi tersebut dan menyatakan komitmen masing-masing untuk menaatinya.(NK)

Komentar