KabarNTB, Jakarta – Setelah melalui tahapan penjurian dan ditetapkan sebagai salah satu dari 10 Nomine Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (AK-PWI) Hari Pers Nasional (HPN) 2022, bupati KSB akan presentasi proposal di hadapan dewan juri, Kamis (16/12) besok di Sekretariat PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Jakarta.
Pada penarikan nomor urut yang dilakukan hari ini, Rabu (15/12) di aula Gedung Dewan Pers, bupati ksb mendapat giliran keenam untuk presentasi didepan dewan juri nanti.

Dalam acara penarikan nomor urut itu, PWI Pusat sekaligus membuka secara resmi gelaran AK-PWI ke-4 ini. Ketua pelaksana AK-PWI, Yusuf Susilo Hartono mengatakan, agenda penganugerahan ini merupakan salah satu upaya PWI melestarikan kebudayaan nasional. Di mana pemerintah daerah dipacu dapat berinovasi membangun daerahnya masing-masing dengan mengadopsi keluhuran budaya lokalnya.
“Ini cara kami (PWI) ambil bagian dalam mempertahankan kebudayaan. Dan untuk pelestariannya tentu pemerintah daerah lah yang paling bisa berperan,” ungkapnya.
Sekjen PWI Pusat, Mirza Zulhadi dalam sambutannya menyampaikan, sangat bangga kepada kepala daerah yang berhasil menjadi nominator AK-PWI. Menurutnya, 10 bupati/walikota ini adalah orang-orang luar biasa karena memiliki kesadaran dan kepedulian penuh terhadap budaya.
“Dan saya senang kepedulian itu ditunjukkan sampai ke hal kecil. Buktinya ibu bapak bupati walikota hari ini datang dengan pakaian adatnya masing-masing. Saya salut,” imbuhnya.
Menurutnya, mempertahankan budaya daerah saat ini merupakan tantangan berat. Perlu usaha ekstra karena minimnya antusisasme generasi muda dan pengaruh budaya global yang semakin kencang.
“Dengan kegiatan seperti ini, harapannya anak-anak kita sebagai penerus bisa mengenal lagi budaya kita dan tetap melanjutkannya,” tandas mirza.
Adapun tema AK-PWI tahun ini, PWI Pusat mengangkat tema ‘Memenangkan Kesehatan, Kemanusiaan, dan Mewujudkan Perilaku Baru, Berbasis Informasi dan Kebudayaan’. Mengikuti tema tersebut, bupati KSB terpilih sebagai nominator dengan judul proposalnya ‘Pemberdayaan Gotong Royong (Siru’) Memenangkan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kabupaten Sumbawa Barat’.(IYK)






