Sepotong Cerita di Bangkat Monteh (2) (habis)

Beras Lebih Menggoda

Dengan melimpahnya air sungai Brang Rea dan saluran irigasi Bendungan Bintang Bano, tak heran jika pertanian menjadi mata pencaharian 90 persen masyarakat setempat. Beras dianggap lebih menggoda dan menjamin kemajuan ekonomi.

Gabah-gabah terhampar di atas terpal berbagai warna yang tersebar di beberapa sudut jalan di dalam desa maupun lapangan desa. Aktifitas masyarakat menjemur gabah rupanya mulai ramai, karena terik matahari hari ini tak tertutup mendung seperti hari-hari sebelumnya.

Menjemur Gabah. Muhammad, salah seorang warga Desa Bangkat Monteh, Kecamatan Brang Rea, Sumbawa Barat, sedang menjemur gabah hasil panennya pada Sabtu (4/12). Beras lebih menggoda dan menjamin kemajuan Ekonomi masyarakat setempat. Foto/KabarNTB/Iyudhistira

Dikelola kelompok-kelompok tani desa, Bangkat Monteh menjadi salah satu desa lumbung padi Sumbawa Barat. Dalam setahun, puluhan bahkan ratusan ton beras dihasilkan dari desa yang didiami 800 kepala keluarga itu.

“Petani disini bisa 3 kali panen dalam setahun” ungkap kepala Desa Bangkat Monte, Sangkot Rangkuti.

Menanam Padi. Ibu-ibu sedang menamam padi disebuah petak sawah di desa Bangkat Monteh, Sabtu (4/12). 90 persen masyarakat setempat, menjadikan pertanian sebagai mata pencaharian. Foto/KabarNTB/Iyudhistira

Selanjutnya, potensi wisata alam menjadi perhatian serius Pemerintah Desa. Keberadaan Ai’ Mual, mulai dilirik karena memberi peluang bagi desa untuk berkembang di bidang pariwisata.

Apalagi, setelah adanya Bendungan Bintang Bano. Peluang-peluang itu, mulai ditangkap
Pemuda dan masyarakat Desa, akan mengelolanya bersama Bumdes. Pendapatan Asli Desa (PA DES) pun, bisa dipetik jika hal tersebut benar-benar terwujud nantinya.

Karena dari yang terlihat di sekitar Ai’ Mual, tak ada tanda-tanda management pengelolaan yang baik dari sebuah destinasi wisata. Fasilitas umum sebagai sarana pendukung, tak terlihat disana. Seperti toilet, area parkir yang memadai, papan penunjuk, dan bangunan sebagai tempat istirahat wisatawan.

Terus Mengalir, Berkah Bagi Masyarakat

Pemanfaatan dan pengelolaan yang baik, menjadi harapan semua pihak. Tak ada lagi kekurangan-kekurangan yang dibutuhkan Ai’ Mual untuk menjadi destinasi Wisata Alam andalan Bangkat Monteh.

“Yang jelas, setelah ada dan terbangun nya bendungan Bintang Bano, untuk pengembangan wisata desa, pemuda dan masyarakat desa bangkat monteh akan mengelolanya bersama Bumdes untuk P ADES desa” tegas Kepala Desa.

Sungai yang mengalir sebagai sumber air bagi masyarakat dapat selalu memberi keberkahan. Kelestarian, keanekaragaman dan keindahannya potensi alam tetap terjaga. Begini saja, masyarakat sudah cukup banyak mendapat manfaatnya. Apalagi jika terjalin keseimbangan antara alam dan manusianya.

Jejak Yang Tertinggal

Tak terasa, langit mendung datang menyapa. Warga-warga sibuk memasukkan kembali gabah ke dalam karung, takut hujan akan datang lebih cepat.

Damainya suasana desa, sejuknya udara, dan dinginnya air sungai, semua terangkum dalam jiwa. Enggan untuk pulang, walau kami dapat kembali setiap saat.

Orang bilang, cukup sekali saja mengunjungi suatu tempat, agar kesannya tetap terasa. Tinggalkan jejak sebagai kenangan, dan hanya mengambil foto sebagai hadiah dari surga kecil di timur KSB itu. (*)

Komentar