KabarNTB, Sumbawa Barat – Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, turun langsung ke lapangan untuk mengecek persoalan harga gabah yang anjlok, Jum’at 11 Maret 2022.
Sekda bersama Dinas Perindagkop UMKM, Dinas Ketahanan pangan dan Dinas Pertanian mendatangi langsung petani yang sedang panen di Desa Lamuntet Kecamatan Brang Rea. Ia mendengar langsung permasalahan yang disampaikan oleh para petani.
Petani mengeluhkan harga gabah yang anjlok. Peraoalan lain yang dikemukakan terkait keberadaan mesin panen (Combine) yang cukup sulit untuk disesuaikan waktunya. Combine yang ada sekarang datang dari Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa. Mereka dipesan petani dan jika sudah waktunya selesai pemakaian mereka akan langsung kembali.

“Itulah sebabnya kami harus menyesuaikan waktu dengan kesediaan Combine. Jadi meskipun jadwal panennya tinggal seminggu lagi kami harus melakukan panen lebih awal,” ungkap petani.
Permasalahan lainnya, jarak tempuh dari lokasi panen ke jalan utama cukup sulit. Hal ini mengharuskan petani menyewa kendaraan untuk mengangkut gabah dengan nilai sewa Rp 30 sampai dengan 40 ribu per karung.
“Kami berharap kepada Pemerintah Daerah untuk membantu kami untuk dibuatkan jalan usaha tani,” timpalnya.
Sekda Amar Nurmansyah, menyampaikan ke warga bahwa kedepannya perlu ada formulasi tentang bagaimana manajemen pengaturan operasional Combine.
Combine yang dimiliki Pemda KSB sekarang yang bisa beroperasi sebanyak 9 unit. Menurutnya jadwal panen panen mesti bisa diatue sehingga operasional Combine dapat ditentukan dari awal. “Jika operasional Combine bisa diatur sesuai jadwal panen, maka akan mendukung kualitas panen dan secara otomatis harga yang didapat juga akan sesuai dengan kualitas,” jelasnya.
Untuk mendapatkan harga Rp. 4.200 per kg, gabah mesti memenuhi persyaratan dengan kualitas kadar air maksimal 25 %, kadar hampa 5 %, dan kadar sampah 10 %. Kalau misalnya kadar airnya 31 %, maka akan ada penyesuaian dan akan berlaku harga berkisar Rp. 3.600, atau Rp.3.700.
Terkait hal tersebut, Sekda menyampaikan Pemda KSB akan mencari solusi agar permasalahan harga gabah bisa tertangani dari hulu ke hilir. Formasi kalkulasi jadwal tanam, mobilisasi Combine, hingga pemenuhan jalan usaha tani.
“Kedepannya akan coba dilakukan pendekatan melalui posyandu gotong royong. Terkait kondisi yang ada sekarang ini, Pemerintah Daerah akan masuk menalangi 1 sanpai 2 Milyar. Saran dari BPKP, skema yang akan digunakan yaitu penyaluran melalui Perumda/BUMD,” ungkap Sekda.(EZ)






