Diskoperindag KSB Dorong UMKM Kembangkan Produk Olahan Jagung dan Rumput Laut

KabarNTB, Sumbawa Barat – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sumbawa Barat mendorong Usaha Menengah Kecil Mandiri (UMKM) mengembangkan produk olahan jagung dan rumput laut. Hal ini berasalan, mengingat produksi jagung dan rumput laut di KSB sangat melimpah sehingga UMKM yang bergerak dibidang pengelohan dua komodity ini tidak akan kekurangan bahan baku.

“Poduksi jagung setiap tahun di KSB cukup besar, begitu pula produksi rumput laut yang panen setiap tiga bulan di Desa Labuhan Kertasari. Selama ini produk jagung dan rumput laut ini dijual dalam bentuk barang mentah atau setengah jadi. Inilah kenapa kami mendorong agar UMKM mengolah menjadi produk olahan jadi atau siap konsumsi sehingga nilai jualnya bisa lebih tinggi,” ungkap Kabid UMKM, Diskoperindag KSB, Boy Apriyadi, Senin 14 Nopember 2022.

Kabid UMKM Diskoperindag KSB, Boy Apriyadi

Bidang UMKM, saat ini sedang menggalakkan pendampingan dan pengembangan UMKM yang bergerak di bidang pengolahan jagung dan rumput laut. Potensi areal tanaman jagung di KSB yang cukup luas menurutnya menjadi salah satu alasan mengapa jagung produksi lokal KSB cukup potensial untuk dikembangkan pengolahan menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi.

“Selain jagung, juga produk olahan rumput laut yang saat ini sedang kita galakkan. Kita punya potensi rumput laut dengan kualitas terbaik di Labuhan Kertasari. Selama ini memang ada yang dikirim ke luar, tetapi dalam bentuk mentah dan bahan setengah jadi, sehingga nilai jualnya juga tidak tidak tinggi,” paparnya.

Di KSB sendiri saat ini tercatat sebanyak 7.321 UMKM yang terdata di Diskoperindag KSB. Dari jumlah tersebut mayoritas adalah UMKM yang bergerak dalam usaha produk turunan olahan makanan dan minuman. Boy mengakui sejauh ini pemasaran produk UMKM di KSB masih di dalam daerah.

“Produk olahan makanan dan minuman memang paling banyak pemasarannya di dalam daerah. Tetapi ada produk-produk tertentu seperti meubler dan produk karajinan dari olahan rotan yang sudah tembus pasar nasional, meskipun¬† nilainya belum terlalu signifikan.” urainya.

“Dengan pengolahan secara modern oleh UMKM menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi, kita berharap keberadaan produk rumput laut dan jagung ini bisa menjadi pendongrak perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” demikian Boy Apriyadi.(EZ)

iklan

Komentar