KabarNTB, Malang Raya – Tim Cabot E-Sport Kontingen Porwanas NTB yang diperkuat dua orang atlet adal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berhasil menempati posisi keempat dari 16 provinsi, di nomor PUBG dalan babak final yang berlangsung di Cyber Mall Malang, Kamis 24 November 2022.
Tim NTB harus mengakui keunggulan Jawa Barat, Lampung dan Sulawesi Utara yang meraih medali emas, perak dan perunggu. Meski demikian, Tim NTB patut berbangga karena prestasi yang ditorehkan menjadi sejarah baru bagi kontingen NTB, khususnya PEI KSB yang bsru pertama kali mengirimkan atlet untuk berlaga di PORWANAS.
Meski tak mampu mempersembahkan medali untuk kontingen Bumi Gora, namun penampilan yang ditunjukkan kontingen NTB pada cabor yang satu ini tetap diapresiasi.

“Apapun hasil yang diraih tim NTB dalam cabor ini kita apresiasi. Apalagi ini keikutsertaan pertama di Porwanas ke 13,” jelas Sekretaris PWI NTB, H. Abdul Hakim yang hadir langsung memberikan dukungan untuk tim e-sport NTB di Cyber Mall Malang.
Total ada lima match yang dilakoni dalam babak final, kemarin. Atlet NTB sendiri diperkuat Abdul Faruk, Nanang Kurniawan (PWI KSB), Pujo Nugroho dan Azizam. NTB sejatinya mampu membuka peluang medali pada match pertama dan kedua. Di mach pertama, NTB hanya kalah dari Lampung, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Utara. Di mach kedua, NTB nyaris berada di posisi pertama, namun sayang pertarungan terakhir pada laga ini antara Abdul Faruk dengan atlet dari Lampung dimenangkan Lampung.
“Di mach kedua kita sebenarnya bisa meraih posisi pertama. Hanya saja, kita kalah pengalaman dari Lampung yang memang diisi pemain yang sudah sering kali mengikuti kejuaraan PUBG,” imbuh Abdul Hakim.
H. Abdul Hakim mengaku, berada di posisi empat besar dari 16 provinsi bukanlah prestasi yang buruk. Apalagi, atlet yang diturunkan NTB di porwanas kali ini sedikit mengalami kepincangan, pasalnya beberapa atlet yang seharusnya bisa ikut bergabung batal mengikuti porwanas karena beberapa kendala.
“Tapi apapun itu hasilnya, nama NTB tetap diperhitungkan untuk cabor ini. Itu bisa dilihat dari tiga pertandingan terakhir, Jawa Barat, Lampung maupun Sulawesi Utara melihat NTB lawan berat yang harus disingkirkan lebih awal untuk menjaga asa mereka meraih medali,” katanya lagi.
Ketua Kontingen Porwanas NTB, Poerwandi yang juga hadir di lokasi pertandingan mengaku bangga dengan penampilan NTB. Empat besar diposisi akhir bukanlah sebuah prestasi yang buruk.
“Kita minim strategi saja. Terutama di tiga mach terakhir. Tapi itu sangat dipahami, karena memang atlet kita ini juga tidak pernah latihan bersama sebelum Porwanas,” akunya.
Meski demikian, Poerwandi mengaku setelah melihat langsung pertandingan yang dilakoni NTB pada cabor ini menunjukkan atlet NTB hanya kurang pengalaman dari sisi strategi. Sementara Jabar yang berhasil meraih medali emas, Lampung Medali Perak dan Sulut Perunggu relatif lebih siap.
“Mereka juga punya pelatih khusus. Bahkan saat NTB berhasil mengalahkan Jabar di mach kedua, pelatih Jabar langsung merubah strategi untuk menyerang total,” tambahnya.
Sementara itu, Abdul Faruk salah satu atlet yang diturunkan Porwanas NTB pada cabor ini mengakui, kurangnya strategi yang dimiliki timnya membuat peluang meraih medali pada Porwanas kali ini belum mampu direalisasikan. Meski demikian, ia mengaku cukup bangga karena bisa mengantarkan NTB masuk empat besar.
“Terimakasih kepada rekan saya Nanang Kurniawan, Pujo Nugroho dan Azizam. Penampilan yang ditunjukkan kemarin sudah sangat luar biasa. Tapi memang dewi fortuna belum berpihak untuk NTB,” katanya.
PWI KSB sendiri yang didukung Pemda KSB dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), mengirim 19 orang atlet dan official untuk memperkuat kontingen PWI NTB di Porwanas Malang.(NK)






