Kasus Penganiayaan Seorang Nenek di Samapuin : Polisi Tetapkan Satu Tersangka

KabarNTB, Sumbawa – Kasus penganiayaan terhadap seorang nenek bernama Amatollah warga Lingkungan Sumer Batu Kelurahan Samapuin, Sumbawa masih dalam proses penanganan oleh penyidik Polres Sumbawa.

Kapolres Sumbawa, AKBP Henry Novika Candra, dalam keterangan pers Sabtu (19/11/2022) menerangkan, kasus tersebut dilaporkan anak korban Nini Triasnini dan tercatat dalam Laporan polisi nomor : LP / 436 / X / 2022 / SPKT / Res Sbw / Polda NTB, tanggal 23 Oktober 2022, tentang penganiayaan.

Kapolres memaparkan, kasus tersebut terjadi pada Ahad 23 oktober 2022 sekitar pukul 10.00 wita di dapur samping rumah Nini (pelapor). Saat itu, pelapor sedang mencuci pakaian di dapur kemudian pelapor melihat ada sekitar enam orang, antara lain MO, MI, ME, MH, MS, serta seorang perempuan yang tidak dikenal mendatangi rumahnya lalu masuk ke dalam rumah.

Kemudian pelapor mendengar terduga pelaku MO berkata dengan mengatakan “Suru keluar Eya (bibi) Amatollah” sembari (MO) berjalan masuk ke dalam rumah. Saat itu pelapor sempat menanyakan kepada orang-orang tersebut ada permasalahan apa, tetapi pertanyaan itu dijawab.

Kemudian korban Amatollah (ibu pelapor) masuk ke dapur dan saat itu pelapor sempat menghadang terduga pelaku MO, MI, ME, namun MO mendorong badan pelapor ke samping kanan. Meski terjatuh, pelapor sempat melihat terduga pelaku MO menendang ke arah korban Amatollah (ibu pelapor) hingga korban Amatollah tersungkur ke lantai.

Selain itu, pelapor juga melihat terduga pelaku MO menginjak tubuh korban Amatollah. Setelah itu terduga pelaku MO langsung keluar dari rumah pelapor. Pelapor yang melihat kepala korban Amatollah mengeluarkan darah kemudian lari keluar rumah sambil berteriak dengan mengatakan “MO tendang ibu saya dan mengucapkan istighfar”.

“Masyarakat sekitar kemudian berdatangan ke lokasi  membawa korban ke rumah sakit. Ssetelah itu pelapor langsung ke Polres Sumbawa untuk melaporkan kejadian tersebut,” papar Kapolres panjang lebar.

Ia menegaskan, sejak kasus itu dilaporkan ke Polres Sumbawa langsung ditangani oleh penyidik Sat Reskrim.  “Penyidik telah memeriksa sebanyak 13 orang saksi sehingga pada tanggal 15 November 2022, terduga pelaku MO ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan.
Dalam waktu dekat, berkas perkara tersebut akan dikirim ke Kejaksaan,” tutup Kapolres.(JK)

Komentar