Mesin Pompa Rusak, Pemda KSB Turun Tangan Bantu PDAM Suplai Air Bersih ke Dua Desa

KabarNTB, Sumbawa Barat – Lebih dari 900 pelanggan di dua desa di Kecamatan Taliwang, tidak mendapatkan suplai air bersih secara normal sejak dua minggu dari Perusaahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Bintang Bano / PDAM Sumbawa Barat.

Kondisi itu terjadi karena mesin pompa sumur dalam (submersible pump) milik Perumdam Bintang Bano di IKK Jereweh yang berlokasi di di Desa Banjar, Taliwang, rusak sejak tanggal 10 November 2025 lalu.

“Awalnya mesin pompa terpasang yang mengalami Kerusakan. kami kemudian mengganti dengan mesin cadangan, tetapi rusak jiuga,” ungkap Direktur Perumdam Bintang Bano, Benny Ahmadi di Dinas Pekerjaam Umum, Kompleks KTC, Jum”at 28 November 2025.

Direktur Perumdam Bjntang Bano / PDAM KSB, Benny Ahmadi

Dua unit mesin Pompa yang rusak itu saat ini masih dalam proses perbaikan di Mataram. Beny menyebut keterlambatan perbaikan disebabkan onderdil mesin yang rusak harus dipesan khusus (indent) karena tidak ada dijual di wilayah NTB.

“Proses pemesanan onderdil ini yang membutuhkan waktu cukup lama. kami perkirakan dalam waktu 3 sampai 5 hari kedepan mesin baru bisa rampung di perbaiki untuk dipasang kembali,” imbuhnya.

Di dua desa, Desa Kertasari dan Labuhan Lalar, terdapat sebanyak 910 orang pelanggan terdampak. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka, pihak Perumdam Bintang Bano menyuplai air dengan mengerahkan tiiga unit arrmada tangki milik perusahaan plat merah itu sejak 11 November lalu, atau sehari pasca kerusakan.

“Kami juga telah memasang tandon penampung di setiap desa. Sampai hari ini kami telah menyuplai sebanyak 144 tanki atau sebanyak 424.000 liter air bersih ke Labuhan Lalar dan 72 tanki atau 288.000 liter air bersih Kertasari,” ungkap Benny.

Meski demikian pihak Perumdam Bintang Bano kewalahan karena kebutuhan air bersih harian para pelanggan di dua desa tersebut jauh lebih tinggi. Untuk 500 lebih pelanggan di Labuhan Lalar kebutuhan air bersih hariannya mencapai 107 ribu liter per hari. Sedangkan 300 lebih pelanggan di Kertasari mencapai 75 ribu liter per hari.

Dengan hanya tiga unit mobil tanki milik Perumdam Bintang Bano, sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Menyikapi hal ini, Pemda KSB langsung turun tangan untuk memastikan masyarakat di dua desa terdampak tidak kesulitan air bersih.

“Mulai hari ini (jum’at) kami mengerahkan 4 unit mobil tangki tambahan milik Pemda dan Bank NTB Syariah untuk memastikan suplai air lancar dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak,,” ujar Selretaris Daerah (Sekda) KSB, Haerul Djibril didampingi Kadis PUPR, Syahril, usai rapat koordinasi Jum’at pagi.

Sekda mengakui dengan 7 unit mobil tangki yang dikerahkan suplai air bersih ke dua desa masih belum bisa terpenuhi.

“Kami sedang berkoordinasi dengan Polres KSB untuk menambah unit mobil tangki penyuplai. Mudah-mudahan upaya ini bisa memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di dua desa terdampak,” imbuhnya.

Sekda dalam rapat koordinasi, juga meminta management Perumdam Bintang Bano untuk memastikan bahwa mesin pompa yang rusak bisa segera tuntas diperbaiki agar segera bisa terpasang.

“Persoalan-persoalan menyangkut hajat hidup orang banyak, mesti segera ditindaklanjuti agar segera ada solusi dan tidak berdampak luas,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses