KabarNTB, Sumbawa Barat – Tim dari Pusat Kesehatan Hewan dan Peternakan (Puskeswannak) Kecamatan Maluk turun ke lapangan melaksanakan pelayanan kesehatan hewan di Desa Mantun. Kegiatan serupa juga dilaksanakan tim di semua desa lainnya se-Kecamatan Maluk guna mengantisipai munculnya kasus penyakit hewan menular strategis (PHMS).
“Petugas kami melakukan pemeriksaan dan pengobatan langsung di lapangan, termasuk pada ternak sapi milik warga,” ujar Kepala Puskeswannak Maluk, drh Fadillah Asyiah Rahmatina, Selasa 18 November 2025.
“Kegiatan yang kami laksanakan mendapat respon positif dari masyarakat yang antusias mendapatkan pelayanan serta edukasi terkait kesehatan ternak. Upaya ini diharapkan dapat menjaga kesehatan dan produktivitas hewan di wilayah Maluk,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian KSB, Jamilatun S,Pt mengatakan, dinas terkait telah mengerahkan petugas di seluruh wilayah untuk melaksanakan pengawasan, pelayanan ksehatan dan program vaksinasi massal untuk hewan ternak masyarakat.
“Ini merupakan bagian dari kewaspadaan kita terhadap potensi penyakit hewan menular, khususnya di musim hujan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit yang dapat mengancam kesehatan ternak dan berdampak pada perekonomian para peternak,” ujar Kadistan, Jum’at 24 Oktober 2025 lalu.
Ia menjelaskan penyakit yang perlu diwaspadai antara lain Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD) pada sapi, serta Antraks dan Septicaemia Epizootica (SE) yang kerap muncul saat perubahan cuaca. Petugas lapangan dan dokter hewan pun telah dikerahkan untuk melakukan pemantauan kesehatan hewan, vaksinasi, dan sosialisasi kepada peternak.
Tim petugas juga melakukan edukasi kepada peternak tentang pentingnya biosekuriti kandang, yakni menjaga kebersihan lingkungan ternak, mengatur sirkulasi udara, serta membatasi keluar-masuk hewan baru tanpa pemeriksaan kesehatan.(*)






