KabarNTB, Sumbawa Barat — Pusat Kesehatan Hewan dan Peternakan (Puskeswannak) Kecamatan Sekongkang menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang Penyakit Rabies di SDN 03 Sekongkang (Desa Kemuning), Rabu 26 November 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap bahaya rabies serta upaya pencegahan penularannya.

Drh. Rajiman Irhas yang bertindak sebagai narasumber, menjelaskan bahwa kegiatan KIE penting dilakukan agar anak-anak mengenal risiko rabies dan memahami langkah-langkah pencegahannya, serta mengetahui langkah-langkah pertama yang dilakukan apabila terjadi gigitan hewan pembawa rabies (GHPR).
“Kegiatan ini dilakukan untuk pencegahan dini risiko infeksi rabies pada anak-anak dan meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan anak-anak tentang bahaya rabies, cara penularan, serta bagaimana mencegah pengananan awal apabila tergigit hewan pembawa rabies (HPR),” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan penjelasan tentang cara mengenali hewan yang terinfeksi rabies, pentingnya vaksinasi hewan peliharaan, serta tindakan yang harus dilakukan bila terjadi gigitan hewan. Edukasi dikemas secara interaktif agar mudah dipahami oleh anak-anak.
Seperti diketahui hingga saat ini Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies sejak meledaknya kasus gigitan anjing diduga rabies pada tahun 2023 lalu.
Selain KIE, Pemda melalui Dinas Pertanian juga intens melaksanakan vaksinasi Hewan Pembawa Rabies (HPR) seperti anjing, kucing dan kera.(*)







