Dinas Pertanian KSB Libatkan Perbakin, DLH dan Sat Pol PP Dalam Eliminasi HPR

KabarNTB, Sumbawa Barat – Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat menjalin kerjasama dengan Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) untuk melaksanakan kegiatan eleminasi hewan pembawa rabies (HPR) khususnya anjing liar di tiga kecamatan, yakni Taliwang, Seteluk dan Kecamatan Jereweh.

Kepala Dinas Pertanian KSB, melalui Veteriner Medik Ahli Muda Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet), drh Isnia Nurul Azmi, mengatakan selain Perbakin, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan Sat Pol PP dan Dinas Lingkungan Hidup.

“Kegiatan eleminasi HPR khususnya anjing ini dilaksanakan sebagai respon Pemda atas meningkatnya kasus gigitan anjing diduga rabies dalam satu minggu terakhir. Target lokasinya itu di Seteluk, Jereweh dan dalam Kota Taliwang,” ungkap drh Isnia.

Veteriner Medik Ahli Muda Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet), drh Isnia Nurul Azmi

Sebagai langkah upaya mengentaskan tingginya kasus gigitan HPR di dua Kecamatan itu, Distan KSB sudah menyiapkan langkah. Salah satunya melalui kegiatan eliminasi terbatas. Isnia menyebut, baru-baru ini Pemerintah Desa Air Suning, Kecamatan Seteluk telah bersurat ke dinas untuk melakukan proses eliminasi terbatas itu.

“Kami sedang berkoordinasi dengan Perbakin, Satpol PP dan Dinas LH untuk itu. Mungkin kalau tidak minggu ini, minggu depan kami turun lapangan melaksanakannya,” katanya, seraya menambahkan bahwa Dinas Pertanian juga memastikan bahwa pihak desa dan kecamatan ikut terlibat dalam kegiatan eleminasi untuk mengantisipasi penolakan masyarakat.

“Elminiasi terbatas itu juga akan dilaksanakan di Jereweh dan Taliwang.  Kota Taliwang juga akan kita agendakan kegiatan eliminasi terbatas karena kalau bicara kasus gigitan, Taliwang juga masih terjadi di tahun ini,” sambung Isnia.

Kasus gigitan anjing diduga rabies  cenderung meningkat di Seteluk dan Jereweh. Dalam satu minggu terakhir, terjadi 7 kasus gigitan yang dialami masyarakat. Berdasarkan data Distan KSB, kasus gigitan anjing terbaru dilaporkan terjadi di Kecamatan Jereweh. Dan dari hasil pengecekan sampel HPR-nya dinyatakan positif rabies.

“Karena itu kami himbau warga agar selalu waspada terhadap keberadaan HPR di sekitarnya. Terutama anak-anak agar para orang tua mengawasi dan berupaya membatasi interaksinya dengan berbagai jenis HPR. “Karena anak-anak yang banyak jadi korban. Seperti yang di Seteluk baru-baru ini, itu anak kecil yang digigit anjing,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses