KabarNTB, Sumbawa Barat – Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat melalui Puskeswannak Kecamatan Maluk terus mengintensifkan edukasi dan pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kepala Puskeswannak Kecamatan Maluk, drh. Fadillah Asyiah Rahmatina, mengatakan, melalui materi informasi yang disampaikan kepada peternak, masyarakat diimbau untuk memahami gejala, risiko, serta langkah cepat penanganan apabila ternaknya terjangkit PMK.

PMK merupakan penyakit virus yang sangat menular pada hewan berkuku belah seperti sapi, kambing, domba, dan babi.
“Meskipun tingkat kematian pada ternak dewasa tergolong rendah, penyakit ini tetap membutuhkan penanganan serius untuk mencegah penyebaran yang lebih luas,” ungkap drh Fadillah, Jum’at 7 Desember 2025.
Untuk penanganan terhadap ternak yang sudah terjangkit, peternak diingatkan untuk memisahkan ternak teraebut dengan ternak lain yang sehat. Selanjutnya peternak diminta segera melaporkan kasus kepada petugas kesehatan hewan di Puskeswannak terdekat.
“Tidak kalah penting, disinfeksi kandang, dengan cara menyemprot dengan xairan diseinfektan, membatasi lalu lintas hewan serta orang ke kandang, serta memberikan pakan berkualitas dan vitamin untuk mempercepat pemulihan,” imbuhnya.
Upaya bersama ini diharapkan mampu menjaga kesehatan ternak, meminimalkan dampak ekonomi, dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi PMK di Kabupaten Sumbawa Barat.(*)
