Jogging Track Brang Ene Segera Dibangun

KabarNTB, Sumbawa Barat  – Detail Engeneering Design (DED) beserta master plan pembangunan jogging track di kawasan Pariwisata Kerakyatan di Kecamatan Brang Ene, Sumbawa Barat, telah rampung.

Hal itu diungkap Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Sumbawa Barat, Nurdin Rahman SE.

“Masterplan berikut DED  fasilitas jogging track di kecamatan Brang Ene sebagai acuan sudah rampung, termasuk pula anggarannya di tahun (2026) ini,” ungkap Nurdin Rahman, Senin 09 Maret 2026.

Kepala.Dinas Parpora Sumbawa Barat, Nurdin Rahman

“Masterplan, DED dari Dinas PU sudah selesai. Di kami juga anggarannya sudah tersedia lewat Perkada awal tahun sekitar Rp6 miliar,” imbuhnya.

Semua tahap persiapan rampung, Nurdin mengatakan, pihaknya akan segera memulai sosialisasi. Ia menjelaskan, pembangunan jogging track untuk mendukung program pariwisata kerakyatan yang dicanangkan Bupati Amar Nurmansyah itu melingkupi 4 desa sehingga diperlukan sosialisasi masif kepada masyarakat.

Sosialisasi terutama kepada warga yang lahan pertaniannya akan dilewati jalur jogging track di mulai dari desa Manemeng, Mura, Kalimantong dan desa Mujahidin.

“Pekan depan kami akan koordinasi dengan Camat untumk persiapan agenda sosialisasi kami nantinya,” katanya.

Dalam masterplannya, lintasan jogging track itu akan dibangun sepanjang sekitar 5 kilometer melalui pematang sawah, menyisir pinggiran hutan hingga sungai.

Nurdin menuturkan, untuk lintasan yang melalui persawahan akan mengikuti jalur pematang sawah. Lebar lintasan dibuat selebar 2 meter sehingga pengunjung dapat leluasa berjalan menikmati keindahan pemandangan alam kecamatan Brang Ene.

“Dan seperti yang sudah disampaikan Pak Bupati pada beberapa kesempatan, nanti kita buat shelter atau check point di sepanjang lintasan.

Di titik-titik tersebut nantinya akan ditempatkan spot-spot untuk berfoto dan stan kuliner yang ditempati warga menjajakan beragam makanan tradisional setempat,” paparnya.

Ditanya mengenai rencana pengelolaan lintasan jogging track tersebut, Nurdin mengatakan, sementara ini pihaknya masih menggodok beberapa konsep. Namun jika mengacu pada semangat program pariwisata kerakyatan, ia menyampaikan pola pengelolaannya nanti dilaksanakan bersama oleh 4 desa yang wilayahnya dilalui lintasan jalan kaki berkonsep ekowisata itu.

Keempat desa nantinya akan diarahkan membentuk satu BUMDes Bersama. Melalui BUMDes itu, destinasi wisata Jogging Track Brang Ene dikelola bersama oleh keempat desa.

“Kita bisa mengadopsi wisata hijau Bilebante di Lombok Tengah. Di sana dikelola oleh BUMDes dan fasilitiasnya disediakan desa. Kita kan oleh pemerintah kabupaten, itu yang beda. Tapi kami kira tetap bisa dikelola BUMDes Bersama,” imbuh mantan kepala BPKAD KSB ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Berita Terbaru