Sumbawa Besar, KabarNTB
Zikir dan doa bersama berlangsung khidmat dalam rangka memperingati penobatan Sultan Sumbawa XVIII, Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV. Kegiatan yang digelar Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) pada Minggu (05/04) malam di Istana Bala Kuning itu juga dirangkaikan dengan Malikelis (Milad/Ulang Tahun) ke- 85 sultan yang lebih akrab disapa dengan Daeng Ewan.
Dalam titahnya yang disampaikan oleh Pariwa Adat LATS, Dr KH Lalu Zulkifi Muhadli SH MM, sultan menyerukan kepada Tau Samawa untuk memperkuat persatuan serta mempererat kebersamaan.
”Di tengah gelombang zaman yang penuh ketidakpastian, kami menyerukan kepada seluruh Tau Samawa: tetaplah teguh, tetaplah jernih, dan jangan pernah goyah oleh provokasi. Perkuat persatuan, eratkan kebersamaan, karena di sanalah kekuatan kita bertumpu,”
Selanjutnya, Sultan mengajak Tau samawa menghidupkan Adat Barenti Ko Syara’, Syara’ Barenti Ko Kitabullah. Ia menitahkan filosofi tersebut tidak hanya menjadi simbol—jadikan ia napas dalam setiap langkah, dalam setiap keputusan.
Sultan Sumbawa juga mengajak warga membangkitkan kembali semangat Basiru (Gotong Royong) dan Tulung (Tolong Menolong) untuk saling menguatkan, dan saling menjaga berlandaskan takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, berpegang pada falsafah ‘Taket Ko Nene, Kangila Boat Lenge’.”
Sejumlah pejabat daerah antara lain Bupati Sumbawa, H Syarafuddin Jarot dan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat,
H Amar Amrullah hadir pada acara tersebut. Selain itu juga tokoh adat dari Sumbawa dan Sumbawa Barat, antara lain Pariwa Adat LATS yaitu Dr. KH. Lalu Zulkifi Muhadli, SH., MM. dan Muhammad Yakub Daeng Kusuma Dewa, S.Sos; Sekretaris Majelis Adat LATS: Yuli Andari Merdikaningtyas, MA; Ketua Dewan Syara’ LATS: Dea Guru Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov.; Ketua Pajatu Adat LATS: Dr. Muhammad Ikhsan Safitri, M.Si; Anggota Dewan Adat LATS yang terdiri dari para sesepuh Kesultanan Sumbawa; Pajatu Adat LATS Kabupaten Sumbawa dan LATS Kamutar Telu (Kabupaten Sumbawa Barat). (IR)

