Seminar Bioclimaction : Sinergi Kebijakan dan Aksi Nyata untuk Lindungi Biodiversitas

KabarNTB, Sumbawa Barat – Isu perubahan iklim dan perlindungan keanekaragaman hayati (biodiversity) memerlukan respons konkret yang terintegrasi. Menjawab tantangan tersebut, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) menggelar Seminar Lingkungan Hidup bertajuk “Bioclimaction: Powering Climate Action for Biodiversity Protection” di Graha Praja, Kecamatan Taliwang, pada Ahad 05 Juli 2026.

Acara ini menyatukan berbagai elemen penting di Kabupaten Sumbawa Barat, mulai dari pemerintah daerah, pelaku industri, otoritas konservasi, hingga institusi pendidikan. Hadir sebagai salah satu narasumber utama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa Barat, drh. Hairul, M.M., yang memaparkan bagaimana kebijakan daerah harus berjalan selaras dengan aksi iklim berbasis keanekaragaman hayati (bioclimaction).

Dalam paparannya, Sekda drh Hairul, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung gerakan bioclimaction melalui fungsi regulasi dan fasilitasi. Kebijakan lingkungan hidup di Sumbawa Barat dipastikan masuk ke dalam dokumen perencanaan strategis seperti RPJPD dan RPJMD.

“Komitmen kita pada pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan mencakup pengendalian pencemaran, manajemen sampah, hingga perlindungan keanekaragaman hayati. Ini adalah fondasi dari bioclimaction di tingkat daerah,” ujar Sekda.

Menyoroti salah satu pilar aksi iklim lokal, Sekda menggarisbawahi pentingnya perbaikan manajerial pengelolaan sampah. Pemerintah daerah kini mulai menggeser sistem baku dari open dumping menuju target sanitary landfill yang diamanatkan pusat. Langkah nyata dilakukan dengan menyalurkan bantuan keuangan ke 58 desa untuk mengoptimalkan TPS 3R (Reduce-Reuse-Recycle) serta mewajibkan pembentukan bank sampah lewat alokasi dana desa.

Ia juga mencontohkan tingkat literasi dan kesadaran lingkungan yang tinggi di Jepang sebagai budaya positif yang harus mulai direplikasi oleh masyarakat Sumbawa Barat sejak dini.

Mewakili pihak penyelenggara sekaligus narasumber, Environmental Services Manager PT AMMAN, Aslan Ph.D., mengupas tuntas implementasi bioclimaction di sektor industri.

Menurutnya, aksi iklim perusahaan tidak boleh sekadar jargon, melainkan harus berbasis data akurat (science-based) dan konsisten. PT AMMAN membagikan program proteksi biodiversitas yang telah berjalan, seperti pemantauan kualitas lingkungan yang ketat, reklamasi lahan, pemasangan reef ball untuk ekosistem laut, hingga program konservasi penyu.

Dari sudut pandang konservasi kawasan, Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda BKSDA NTB, Syamsul Ibrahim, memaparkan tantangan perlindungan satwa dan habitat yang kian kompleks akibat perubahan iklim global. BKSDA menekankan bahwa kunci keberhasilan aksi mitigasi ini terletak pada penguatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi agar mereka menjadi benteng utama pelestarian alam.

Seminar ini juga dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbawa Barat, Aku Nur Rahmadin, serta ratusan peserta dari kalangan siswa, guru, dan masyarakat umum.

Kesadaran akar rumput terlihat nyata dalam sesi diskusi interaktif, salah satunya saat Ibu Suryanti, guru dari SDN Goa Jereweh, menyampaikan aspirasi mengenai penguatan literasi lingkungan di sekolah.

Di akhir acara, seluruh pihak sepakat bahwa Bioclimaction bukanlah agenda tunggal satu instansi. Diperlukan kolaborasi aktif antara kebijakan matang dari pemerintah, komitmen hijau dari dunia usaha seperti PT AMMAN, pengawasan ketat dari BKSDA, serta partisipasi aktif dari dunia pendidikan dan masyarakat demi menjaga masa depan ekologis Kabupaten Sumbawa Barat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses