KabarNTB, Sumbawa Barat – Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah, mengajak seluruh element masyarakat untuk menjaga kondusifitas daerah untuk memastikan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 21 Desa pada 25 oktober mendatang bisa berjalan lancar dan sukses.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati dalam kegiatan Deklarasi Pilkades Damai yang diikuti sebanyak 61 calon kepala desa (cakades) dari 21 desa se-Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang berlangsung di halaman Graha Fitrah, Kompleks KTC Taliwang, Rabu pagi 23 September 2026.
Deklarasi dipimpin langsung oleh Bupati H. Amar Nurmansyah dan disaksikan seluruh jajaran Forkopimda. Ikrar deklarasi damai dibacakan oleh Rosidi, Cakades asal Desa Sermong Kecamatan Taliwang diikuti seluruh cakades lain dan dilanjutkan dengan penandatangan ikrar yang telah dibacakan tersebut oleh seluruh cakades.

Bupati mengajak seluruh elemen yang terlibat dalam Pilkades untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusifitas daerah selama seluruh tahapan pemilihan berlangsung. Ia menekankan pentingnya semua pihak menjalankan proses demokrasi sesuai aturan yang telah ditetapkan.
“Di kontestasi politik mulai nasional, provinsi, kabupaten hingga tingkat terkecil pasti jargonnya sama, yakni jaga kondusifitas, keamanan, jaga kedamaian,” tegasnya.
Menurut Bupati, penyelenggara maupun peserta Pilkades harus memastikan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia (luber) dapat berjalan. Penyelenggara juga diminta tidak menggunakan aturan untuk kepentingan kontestan tertentu.
Sementara kepada para calon kepala desa, Bupati meminta agar persaingan diarahkan pada penyampaian gagasan dan program kepada masyarakat. Para peserta, kata dia, tidak perlu membangun persaingan dengan menyerang atau mencari kelemahan calon lainnya.
“Harus bisa meyakinkan masyarakat dengan program dan ide. Intinya perangnya adalah perang program. Ini cara menghindari inkondusifitas,” ujarnya.
Bupati sleanjutnya mengatakan upaya menjaga kondusivitas Pilkades bukan hanya menjadi tanggung jawab peserta dan penyelenggara. Pemerintah daerah bersama kepolisian, kejaksaan, serta media massa juga memiliki peran dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama tahapan pemilihan.
“Kami (pemerintah) sesuai tugasnya masing-masing memastikan kelancaran tiap Pilkades berjalan. Terus ada kepolisian di sisi keamanan terus ada Kejari juga untuk penegakan hukumnya. Jadi semua punya tanggung jawab di Pilkades ini,” paparnya.
Pada Pilkades serentak tahun ini, Pemda KSB juga menerapkan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting. Bupati menyebut perubahan sistem tersebut perlu diikuti dengan penyesuaian strategi oleh para calon kepala desa dalam menghadapi pemilihan.
“Untuk persiapan e-voting ini sudah sangat siap. Segera di akhir bulan ini kita akan mulai sosialisasi dan simulasi di semua desa yang melaksanakan Pilkades,” katanya.
Pilkades serentak KSB dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober 2026 di 21 desa. Deklarasi damai yang diikuti seluruh calon menjadi salah satu tahapan persiapan sebelum pemungutan suara dilaksanakan dengan sistem e-voting.(*)


