KabarNTB, Sumbawa Barat – Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah memantau secara langsung kegiatan sosialisasi dan simulasi pemungutan suara elektronik (e-voting) di Desa Goa, Kecamatan Jereweh, Selasa 13 Oktober 2026.
Kecamatan Jereweh menjadi wilayah kedua yang menjadi sosialisasi dan simulasi e-voting yang akan digunakan dalam pemilihan kepala desa (PIlkades) serentak di 21 desa di 8 kecamatan se-KSB pada 25 Oktober mendatang.
Dalam simulasi tersebut, warga mengikuti tahapan pemilihan menggunakan perangkat elektronik, mulai dari verifikasi identitas dengan KTP elektronik hingga pemberian suara di bilik e-voting. Setelah pemungutan suara, sistem melakukan penghitungan secara otomatis sehingga hasilnya dapat diketahui saat itu juga.

Setiap tahapan yang dilakukan pemilih dalam menggunakan hak suaranya, disaksikan langsung oleh Bupati. Menurutnya, e-voting digunakan untuk mengurangi potensi kecurangan sekaligus mempercepat proses rekapitulasi suara.
“E-Voting ini kita dorong untuk menghindari kecurangan, mempercepat rekapitulasi, dan memastikan Pilkades berjalan jujur dan adil. Desa Goa kita jadikan percontohan kesiapan teknologi ini,” ujarnya.
Bupati juga menekankan pentingnya simulasi agar masyarakat memahami cara menggunakan sistem tersebut sebelum hari pemilihan. Pemilih lanjut usia dan pemilih pemula menjadi perhatian agar mereka tidak kesulitan mengikuti proses pemungutan suara secara elektronik.
Sementara Pj Kepala Desa Goa, Arif Rahman Hakim yang mendampingi Bupati, mengatakan partisipasi warga dalam simulasi cukup tinggi. Panitia Pilkades juga telah menyiapkan perangkat, jaringan, serta petugas untuk mendukung pelaksanaan pemilihan menggunakan sistem elektronik.
Penggunaan e-voting mengubah proses penghitungan suara yang biasanya dilakukan secara manual menjadi penghitungan otomatis. Mekanisme ini diharapkan dapat mempercepat rekapitulasi dan mengurangi potensi persoalan dalam proses penghitungan.
“Meski demikian, kesiapan perangkat dan pemahaman masyarakat tetap menjadi bagian penting agar sistem dapat digunakan dengan baik. Karena itu, simulasi menjadi kesempatan bagi warga dan panitia untuk mengenali alur pemilihan sebelum pelaksanaan sebenarnya,” beber Arif.(*)


