KabarNTB, Sumbawa Barat – Komisi II DPRD Sumbawa Barat mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera mengoperasikan sejumlah pasar kecamatan yang sedang maupun yang telah dibangun.
Menurut Ketua Komisi II, Aheruddin Sidik, pasar – pasar tersebut dibangun dengan uang rakyat, jadi semestinya rakyat bisa merasakan manfaat dari keberadaannya sesegera mungkin. Baik itu bangunan yang sudah lama tidak terpakai maupun yang baru dibangun.
“Saya minta segera dioperasikan oleh Dinas terkait. Kalaupun ada kendala tehnisnya maka segera carikan solusi,” ujar Aher, kepada media ini, Kamis, 26 September 2019.

Politisi Partai Keadilan Persatuan (PKP) Indonesia ini mengaku prihatin karena ada beberapa pasar yang belum beroperasi meski sudah lama selesai dibangun. Bahkan bangunan pasar tersebut sekarang malah terkesan terbengkalai.
Kalaupun ada yang sudah beroperasi, tetapi perangkat dan fasilitas pendukung lainnya belum disiapkan. Misalnya pasar di Desa Tambak Sari Kecamatan Poto Tano. Kendati sudah beroperasi tapi perangkat dan fasilitas pendukungnya belum ada.
“Target kita ke depan dengan diaktifkan pasar, maka terjadi perputaran uang dan geliat ekonomi di pasar, sehingga kedepannya dapat memberikan manfaat ke daerah dalam bentuk retribusi dan pendapatan asli daerah (PAD). Tapi kalau pasarnya mangkrak, bagaimana target itu bisa tercapai,” cetusnya.
Maka dari itu, Aher mendesak Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) untuk segera berkoordinasi dengan Disperindagkop dan Bappeda bidang ekonomi untuk memaksimalkan proses beroperasinya pasar rakyat yang sudah dibangun seperti pasar yang ada di Brang Rea, pasar Kecamatan Poto Tano yang ada di Desa Tambak Sari dan pasar lainnya yang belum difungsikan secara maksimal.
“Kita berharap segera ada langkah kongkrit dari Dinas-Dinas agar pasar-pasar ini bisa difungsikan secepatnya,”.
“Harus segera bertindak, jangan menunggu perintah pimpinan daerah, karena lebih cepat lebih baik,” pungkas Politisi muda ini.(EZ)







