KabarNTB, Sumbawa Barat – Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok dan barang strategis lainnya di Kabupaten Sumbawa Barat pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) September lalu hingga minggu ketiga November 2022 masih relatif stabil tanpa kenaikan harga signifikan.
“Berdasarkan pantuan Tim di tiga pasar rakyat yakni pasar Seteluk, Pasar Tana Mira Taliwang dan Pasar Maluk, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok masih masih relatif stabil dan belum ada peningkatan signifikan,” ungkap Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sumbawa Barat, L Muhammad Azhar, dalam laporan tertulisnya kepada Bupati KSB, tertanggal 25 November 2022.
Ia menjelaskan, untuk beras premium kemasan 25 kg, berkisar di harga Rp 250.000 hingga Rp 265.000. Beras kualitas medium tanpa merk dijual dengan harga Rp 10.000 per kg, sedangkan beras medium lokal tanpa kemasan seharga Rp 225.000 per 25 kg.

Untuk gula pasir, di tiga pasar yang dipantau, harganya masih stabil di angka Rp 15.000 per kg. Namun harga tersebut diakui Azhar masih melampaui harga eceran tertinggi (HET) sebagaimana yang diatur dalam Permendag Nomor 27/M-DAG/PER/5/2017 dengan Harga acuan penjualan ke konsumen sebesar Rp 12.500 per kg.
Demikian pula dengan minyak goreng, juga tidak mengalami kenaikan harga. Di tiga pasar yang dipantau minyak goreng dijual dengan harga Rp 14.000 per liter untuk minyak goreng produksi Bulog, Rp 20.000 untuk minyak goreng kemasan sederhana tanpa merk dan Rp 24.000 per liter untuk minyak goreng kemasan bermerk.
Sementara untuk bawang putih, tetap stabil di harga Rp 25.000 per kg, bawang merah Rp 35.000 per kg, dan bawang bombay Rp 26.667 per kg.
“Harga bawang merah saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan dan dibawah HET yang ditetapkan pemerintah sesuai Permendag Nomor : 27/M-DAG/PER/5/2017 tentang penetapan harga acuan pembelian di petani dan harga acuan penjualan ke konsumen sebesar Rp 32.000 per kg,” jelas Azhar.
Menurutnya, penurunan harga bawang merah ini kemungkinan besar disebabkan pasokan bawang merah yang dijual di seluruh wilayah KSB tidak sepenuhnya didatangkan dari luar daerah. 10 persen pasokan bawang merah saat ini sudah bisa dipenuhi oleh petani lokal KSB, sementara sisanya berasal dari Kabupaten Bima, Sumbawa dan Pulau Lombok.
Komoditi yang mengalami kenaikan harga meskipun tidak signifikan adalah cabe. Untuk cabe merah keriting dari Rp 28.333 per kg sebelumnya menjadi Rp 30.000 per kg di minggu ketiga november. Cabe merah besar tidak mengalami kenaikan harga, tetap di angka Rp 30.000 per kg. Sedangkan cabe rawit hijau naik sekitar 11 persen dari Rp 15.000 per kg sebelumnya menjadi Rp 16.667 per kg. Komoditi cabe yang dijual di KSB dipasok dari Pulau Lombok.
Harga tomat juga naik sekitar 4,65 persen dari Rp 14.333 per kg sebelumnya menjadi Rp 15.000 per kg. Meski demikian kebutuhan tomat warga KSB tidak sepenuhnya dipasok dari luar (pulau lombok) tetapi sekitar 20 persen diantarnya sudah bisa dipenuhi oleh petani lokal.
Harga daging sapi yang pasokannya dipenuhi oleh peternak lokal tidak mengalami kenaikan, tetap di angka Rp. 131.667 per kg. Namun daging ayam broiler mengalami kenaikan sekitar 5,19 persen dari Rp 45.000 per kg menjadi Rp 47.333 per kg.
“Untuk harga telur masih tetap stabil tidak mengalami fluktuasi. Untuk telur ayam broiler ukuran besar di Rp 28.000 per kg dan telur ayam broiler ukuran sedang di Rp. 25.333 per kg,” demikian Azhar.(EZ)






