‘Gerakan Rebut Palu’ PPP Menggema dari Mantar Hingga Talonang

KabarNTB, Sumbawa Barat – Konsolidasi masive yang dilakukan Pengurus DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam beberapa bulan terakhir, terbukti semakin memperkuat pengaruh partai berlambang Ka’bah itu di seluruh wilayah Sumbawa Barat.

Sejumlah tokoh-tokoh berpengaruh di wilayah masing-masing, saat ini diklaim bergabung dalam gerbong PPP untuk memuluskan misi utama DPC PPP Sumbawa Barat, yakni memenangkan Pilgub NTB 2018, serta ‘Gerakan Rebut Palu’ dan masuk tiga besar perolehan suara secara nasional pada Pemilu 2019 .

‘Gerakan Rebut Palu’ adalah gerakan konsolidasi internal PPP melalui rekrutmen dan peningkatan kapasitas kader, serta pendekatan ke masyarakat dalam rangka memenangkan PPP di Pemilu 2019 dan merebut posisi Ketua DPRD Sumbawa Barat.

Para pengurus dan kader DPC PPP Sumbawa Barat kompak berfoto bersama Ketua Umum DPP PPP Rhoma Hurmuzyi dan Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin

“Ada semangat kebersamaan, kekompakan dan kerja keras yang luar biasa yang saya lihat di PPP. Ini membuat saya tidak berpikir dua kali ketika diajak bergabung. Di Mantar bendera PPP sudah berkibar gagah saat ini,” ungkap Juf Ryan’, tokoh pemuda Desa Mantar Kecamatan Poto Tano, kepada KabarNTB, Senin 29 Maret 2017.

Juf Ryan mengaku, ikut bersamanya para pemuda dan tokoh masyarakat di Desa Mantar yang memiliki kepedulian yang sama untuk pengembangan desa tersebut yang telah ditetapkan sebagai desa budaya. Tidak sekedar ikut dan berpangku tangan, Juf Ryan bersama kawan-kawanya terus bergerak dari rumah ke rumah dan ambil bagian dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di desa mereka sebagaimana komitmen yang menjadi jargon PPP, ‘Bergerak Bersama Rakyat’.

“Sebagai pemuda kami bermimpi bahwa Mantar dan KSB kedepan bisa menjadi kabupaten yang maju dan masyarakatnya sejahtera. Semangat gotong royong dengan Ikhlas Jujur Sungguh – sungguh yang menjadi tagline pembangunan KSB saya lihat tercermin dalam kekompakan dan kerja keras pengurus dan kader militan PPP. Karena itu kami berusaha berbuat maksimal sesuai bidang yang kami tekuni,” imbuh Juf Ryan yang tercatat sebagai salah satu atlet paralayang KSB itu.

Para pemuda di Desa Kertasari kecamatan Taliwang, juga memiliki pemikiran yang sama dengan para pemuda di Desa Mantar. Keinginan kuat untuk memajukan desa mereka sebagai sentra budidaya rumput laut dan pariwisata, menjadi alasan utama para pemuda di Kertasari bergabung dalam gerbong PPP. Apalagi di jajaran pengurus DPC PPP KSB saat ini terdapat sejumlah figure yang selama ini dikenal punya jaringan yang luas untuk pengembangan program-program pemberdayaan masyarakat.

“Kami selalu disupport baik secara pribadi maupun kelembagaan oleh teman-teman di PPP dalam setiap kegiatan untuk pengembangan desa. Ini menjadi motivasi kami untuk selalu berbuat yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Andi Irma, aktivis perempuan yang juga Ketua Yayasan Pelangi Nusa Tiga, Desa Kertasari.

Di Talonang, gaung ‘Gerakan Rebut Palu’ PPP Sumbawa Barat, bahkan bergema lebih keras. Bukan hanya para pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh agama di desa yang terletak di ujung selatan Sumbawa Barat itu telah ikut bergabung dalam gerbong PPP. Mereka bahkan tidak segan-segan mengibarkan bendera PPP di setiap sudut desa.

“Ada gerakan nyata yang dilakukan oleh pengurus DPC PPP dalam hal pendampingan masyarakat dan pendampingan petani di desa kami. Itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun secara konsisten. Itu yang membuat para tokoh memilih bergabung dengan PPP,” kata Wawan, tokoh pemuda Talonang.

Wawan berharap kedepan konsistensi dalam semangat Bergerak Bersama Rakyat yang diusung PPP tetap bisa dipertahankan dan terus berkembang menjadi gerakan bersama untuk kemajuan masyarakat.

“Insya Allah kami komit menyukseskan Gerakan Gebut Palu sebagai upaya memperjuangkan kemajuan masyarakat kedepan,” imbuh Wawan.(EZ/*)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.