Para Pemangku Kepentingan Bersatu Kembangkan Pariwisata Jelenga Berbasis Masyarakat

KabarNTB, Sumbawa Barat – Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) “Alam Asri” dan Kelompok Masyarakat Pengawas Pantai (POKMASWAS) “Batu Layar” kabupaten Sumbawa Barat, difasilitasi Lembaga Riset dan Pengembangan Desa (RiPED) menyelenggarakan pengkajian pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dengan menggunakan Metode ZOPP (ziel orientierte projekt planing).

Pada 29 September 2017 lalu, digelar pertemuan lanjutan dalam rangka ZOPP di salah satu camping ground di Kawasan Pantai Jelenga, Kecamatan Jereweh. Pertemuan itu dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumbawa Barat IGB Sumbawanto, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Supiarno, Kepala Bidang Pengembangan Sumberdaya Pesisir Dinas Kelautan dan Perikanan Agusman dan Kepala Desa Beru, Jereweh, Muhammad Sahril.

Pertemuan dalam rangka ZOPP pengembangan pariwisata Pantai Jelenga Berbasis Masyarakat

Kadis Pariwisata, IGB Sumbawanto, menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk melakukan pembinaan terhadap Pokdarwis “Alam Asri” dan menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk pengembangan pariwisata pantai Jelenga.

“Kami minta Pokdarwis menyusun usulan rencana secepatnya, agar dapat dibahas dalam rangka penyusunan rencana kegiatan yang didanai APBD tahun 2018 nanti,” ujarnya.

Sumbawanto menambahkan, penentu keberhasilan pengembangan pariwisata terletak pada sikap masyarakat dalam menerapkan sapta pesona wisata seperti mewujudkan rasa aman, nyaman, dan keramahan terhadap tamu yang berkunjung.

Adapun terhadap beberapa masalah yang sempat terungkap dalam kajian ZOPP yang diselenggarakan RiPED, Sumbawanto mengatakan akan berkoordinasi dengan dinas dan badan yang lain untuk menemukan solusinya sehingga pariwisata Jelenga dapat berkembang pesat.

“Pengembangan kuliner, kerajinan, atraksi kesenian, masalah tanah dan tata ruang, juga akan menjadi atensi Pemda,” imbuhnya.

Dukungan serupa jug disampaikan Supiarno dari Dinas Lingkungan Hidup. Dinas LH berkomitmen untuk mewujudkan kerapian dan kebersihan sebagai faktor pendukung daya tarik wisata. Menurut Sekdis LH ini, tamu-tamu paling tidak suka dengan lingkungan yang penuh sampah berserakan terutama jenis sampah plastik.

“Kami akan membantu pengembangan pariwisata dengan menyediakan tempat sampah di kawasan pantai dan membantu mengorganisir sampah-sampah yang bersumber dari pemukiman,” janjinya.

Sementara Kepala Bidang Pengembangan Sumberdaya Pesisir DKP,  Agusman, berjanji akan melakukan pembinaan terhadap Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) “Batu Layar” untuk dapat berbuat lebih berfungsi dalam mengamankan wilayah laut dari pengrusakan.

“Kami akan melakukan upaya konservasi terhadap hutan mangrove dan terumbu karang yang telah mengalami kerusakan,” paparnya.

Menurut Agusman, untuk kepentingan pariwisata, masyarakat diizinkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan karang atau kulit kerang yang telah mati untuk bahan kerajinan.

Menanggapi dukungan dan komitmen para pemangku kepentingan itu, Muhammad Sahril, Kepala Desa Beru mengungkapkan optimismenya untuk pengembangan potensi pariwisata Jelenga.

“Pemerintah Desa Beru sangat mendukung inisiatif dari Pokdarwis dan Pokmaswas ini. Saya berharap semangat ini dapat terus dipelihara, tidak patah semangat dan senantiasa menjalin komunikasi dengan pemerintah desa,” katanya.

Pada sesi terakhir, Muhammad Rizal dari Lembaga Riset dan Pengembangan Desa (RiPED) mengungkapkan komitmennya untuk memfasilitasi masyarakat Jelenga melakukan kajian terhadap potensi dan permasalahan dalam pengembangan pariwisata dan kebudayaan.

Melalui alat kajian ZOPP yang disleenggarakan dalam beberapa kali pertemuan dengan warga dalam bulan September ini, telah teridentifikasi berbagai kegiatan prioritas yang perlu diselenggarakan.

Rizal mengungkapkan bahwa kajian ZOPP yang dilakukan telah memasuki tahap akhir berupa penyusunan program yang dipastikan pada awal Oktober telah rampung dan akan disampaikan hasilnya kepada semua pemangku kepentingan (stakeholder).

“Kami berharap, pariwisata Jelenga dapat menjadi model destinasi wisata berbasis masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat.” katanya.

Pantai Jelenga mempunyai potensi wisata bahari yang sangat menarik yang didukung oleh ombak yang sangat cocok untuk olahraga surfing, diving dan snorkeling. Selain itu, pemandangan Pantai Jelenga juga sangat eksotik dengan sunset yang indah dan landskap yang diapit perbukitan.

Namun demikian, potensi ini belum dikembangkan secara optimal sehingga belum mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang bermukim di sekitarnya.(EZ)

Komentar