Ini Empat Isu yang Harus Diwaspadai Masyarakat Menurut Pangdam IX Udayana

KabarNTB, Sumbawa Barat – Pangdam IX Udayana, Mayjend TNI Benny Susianto, meminta seluruh komponen masyarakat untuk mewaspadai empat isu yang berpeluang menimbulkan inkondusifitas, perpecahan dan ketidakseimbangan kehidupan bermasyarakat.

Berbicara dalam kegiatan silaturahmi dengan Jajaran Pemda dan Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan komponen masyarakat lainnya di Halaman Graha Fitrah, Kompleks Kemutar Telu Centre (KTC), Taliwang, Sumbawa Barat, Rabu 21 Maret 2018, Pangdam menyatakan isu terorisme menjadi salah satu ancaman kehidupan berbangsa dan bernegara.
Munculnya paham dan ideologi yang melenceng dari ideologi bangsa, yakni Pancalisa, menjadi tantangan bagi persatuan dan kesatuan.

“Ini yang harus disadari oleh seluruh komponen, bahwa bangsa ini menjadi kuat karena satu ideologi yakni Pancasila,” ujar Pangdam.

Pangdam IX Udayana Mayjend TNI Benny Susianto, bersama Bupati HW Musyafirin, Wakil Bupati Fud Syaifuddin dan pejabat lainnya usai santap siang di Masjid Agung Darussalam KTC, Rabu 21 Maret 2018

Isu selanjutnya yang mesti diwaspadai, adalah Narkoba. Menurut Pangdam, keberhasilan aparat menggagalkan penyelundupan ber ton – ton Narkoba yang dibawa masuk ke wilayah Indonesia dengan kapal lewat laut, membuktikan bahwa produsen Narkoba di dunia melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat potensial.

Dalam hal ini, peran orang tua, kata Pangdam, sangat vital dalam mengawasi anak-anaknya agar tidak terjerumus Narkoba, disamping kesiapsiagaan aparat negara dalam menangkal masuk dan beredarnya barang haram tersebut.

“Jumlah penduduk yang sangat besar, dan mereka (produsen Narkoba) memandang SDM kita belum terlalu hebat. Ini menjadi peluang bagi mereka untuk meyebarkan Narkoba di Indonesia,” urainya.

Yang ketiga, sambung Mayjend Benny Susianto, adalah isu lingkungan yang berkaitan erat dengan illegal loging yang menyebabkan terjadinya kerusakan hutan yang berimbas pada terjadinya bencana alam. Banyak daerah di Indonesia yang mengalami bencana karena kerusakan lingkungan ini.

“Saya berpesan tolong jaga keberlangsungan ummat manusia di kabupaten Sumbawa Barat ini dengan menjaga lingkungan,” ucap Pangdam.

Sementara terkait pelaksanaan Pilkada serentak 27 Juni 2018 mendatang, Pangdam menegaskan TNI/Polri berada dalam posisi netral. Netralitas GNI Polri ini, memberikan jaminan terhadap pelaksanaan pemilu dan pilkada yang aman dan jujur.

“Kami (TNI/Polri) tidak digeret dalam proses pemililu ini untuk mendukung salah satu calon. Bersama dengan itu kami akan memberikan jaminan kepada masyarakat untuk bisa memberikan hak politiknya dengan benar sesuai hati nuraninya,” beber Pangdam, sembari meminta masyarakat untuk mengkritik dan mengingatkan jika ada anggota TNI/Polri yang memihak dan tidak netral.

Ia juga menghimbau agar kontenstan Pilkada dan masyarakat untuk menghindari kampanye hitam, ujaran kebencian, money politik dan menghindari isu SARA.

“Pilkada ini kita mencari pemimpin yang bisa membawa kebaikan dan kesejahteraan. Siapapun yang terpilih entah si A atau si B haru didukung. Jangan melakukan tindakan kontra produktif yang justeru bisa mencoreng wajah demokrasi kita,” demikian Pangdam.

Dalam kunjungannya ke Sumbawa Barat, Mayjend Benny Susianto yang baru beberapa bulan dilantik sebagai Pangdam IX Udayana  didampingi Danrem 162/Wb Kolonel Inf H Farid Makruf, para Dandim dan Kasi Korem 162/WB.

Usai kegiatan silaturahmi, Pangdam dan rombongan menyempatkan diei melaksanakan sholat dzuhur berjamaah bersama bupati, wakil bupati, aparatur serta masyarakat di Masjid Agung Darussalam KTC. Usai sholat dilanjutkan dengan makan siang bersama di pelataran masjid. Pangdam nampak sangat menikmati sajian nasi ‘imtaq’ nasi bungkus murah yang setiap hari disuguhkan untuk.makan bersama usai sholat dzuhur berjamaah di Masjid Agung Darussalam.(EZ)

iklan

Komentar