KabarNTB, Sumbawa – Aparat keamanan, baik Kepolisian maupun Sat Pol PP diminta untuk bertindak cepat terkait munculnya teror ‘anak panah’ yang telah menimbulkan beberapa korban di Kota Sumbawa.
Ketua Komisi I DPRD Sumbawa, Syamsul Fikri AR, mengatakan, kasus ini tidak boleh dianggap sepele karena telah menimbulkan perasan was – was dan ketidaknyamanan ditengah masyarakat. Apalagi sejauh ini pelaku belum tertangkap.
“Kalau keamanan domainnya Kepolisian. Kalau ketertiban domainnya Pol PP sehingga keduanya harus sinergi untuk menciptakan ketertiban. Meski demikian semua pihak juga harus terlibat secara bersama-sama dalam menjaga keamanan agar rasa aman dan kondusif tetap terjaga,” ujarnya.

Meski merupakan domain aparat keamanan, kata Fikri, tidak salahnya komisi I menyarankan agar aparat keamanan melakukan sweping dilokasi yang dianggap akan menimbulkan kerawanan sosial dan gangguan keamanan lainnya.
Demikian juga Dinas Sat Pol PP, diminta tetap melakukan patroli rutin ke tempat-tempat tongkrongan anak muda serta pusat keramaian yang ada di dalam kota.
”Ini dilakukan sebagai bagian menjaga kondusifitas daerah, apalagi menjelang Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur,” katanya.
“Komisi I menilai tidak ada unsur politis dalam kejadian ini. Kami percaya dan yakin akan kinerja Kepolisian dan Pol PP serta pihak keamanan lainnya. Kepercaan ini harus diisyaratkan dikala masyarakat percaya maka harus pegang kepercayaan tersebut,” timpalnya sembar meminta masyarakat agar tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan.
Secara terpisah, Wakil Bupati Sumbawa H Mahmud Abdullah, menyatakan Pemda sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan terkait kasus ini.
“Demikian juga Sat Pol PP, saya sudah perintahkan untuk selalu turun patroli. Sedangkan masyarakat kami himbau selalu meningkatkan kewaspadaan dan mudah-mudahan kasus ini segera terselesaikan,” harap Wabup.
Seperti diketahui kasus teror anak panah kembali terjadi di Kota Sumbawa. Terakhir, seorang pemuda warga Kelurahan Pekat menjadi korban. Anak panah yang tidak ketahui siapa yang menembakkannya menancap di wajahnya. Korban mengalami luka parah dan mesti dioperasi untuk mengelurkan anak panah yang menancap hanya beberapa centi dari matanya.(JK)







