KabarNTB, Mataram – Gubernur NTB, tGH M Zainul Majdi (Tuan Guru Bajang – TGB) berpesan agar para Sekretaris Daerah (Sekda) tidak hanya memiliki aspek loyalitas saja tetapi harus sejalan dan mampu menerjemahkan semua visi-misi politik kepala daerah.
“Sehingga visi misi politik itu dapat tertuang menjadi program kerja yang rasional, realistis, efektif, efisien serta dapat menunjang kesejahteraan seluruh rakyat,” ujar Gubernur, saat membuka Rakornas dan Munas ke III Forum Sekda Seluruh Indonesia (Forsesdasi) di Hotel Santosa Senggigi, Rabu malam, 25 april 2018.
Menurut Gubernur, para Sekda sebagai sparring partner bagi kepala daerah, merupakan perangkat yang paling tepat untuk merasionalisasikan keseluruhan dari visi-visi politik kepala daerah, baik dari sisi rasionalitas, anggaran serta sinergi dengan program pembangunan.

Gubernur menegaskan bahwa otonomi daerah, dengan desentralisasinya merupakan istrumen untuk menghadirkan kesejahteraan rakyat.
Dalam penerapan pemerintahan yang semakin dinamis dan mengalami perkembangan yang terus menerus dari waktu ke waktu, harus diingat bahwa keseluruhan sistem yang dipilih ini bukanlah menjadi suatu tujuan, tetapi muara dari sistem yang telah dipilih ini dapat menjadi istrumen dalam menghadirkan kesejahteraan rakyat yang lebih merata serta pertumbuhan dan pembangunan yang inklusif.
“Bila otonomi daerah dan desentralisasinya semakin solid, semakin institusional, semakin kokoh, menjadi tempat banyak negara untuk belajar birokrasi, Insya Allah data-data statistik akan menunjukan ketimpangan masyarakat akan semakin terkikis dan kesejahteraan akan terwujud,” pungkas Gubernur.
Sementara Staf Ahli Mendagri Bidang Urusan Pemerintahan H Suhajar Diantoro, memaparkan bahwa strategis dan pentingnya peran dari seorang Sekda pada Era Otonomi sekarang yang telah bergeser kearah politik desentralisasi.
“Sekda itu bagaikan leher. Jadi Sekda harus loyal pada Gubernurnya. Maka, tugas Sekda disini yaitu harus dapat membantu Gubernur dalam mengelola kepercayaan rakyatnya”, ujarnya.
Sebelumnya, Ketua forsesdasi yang juga Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono KS MP, mengatakan, kegiatan rakor dan munas ini akan membahas tujuh isu strategis terkait permasalahan penyelenggaraan pemerintahan daerah, yaitu: upaya membangun integritas ASN, pengaturan pengangkatan dan pemberhentian jabatan Sekda, upaya pemerintah daerah untuk memenuhi prasyarat memperoleh dana insentif daerah, kebijakan pemerintah dalam penataan kelembagaan, perlunya mendorong birokrasi yang inovatif untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, peningkatan peran korpri dalam percepatan reformasi birokrasi, dan contoh nyata good governance.
Saat yang sama, Sekda Provinsi NTB H Rosiady Sayuti, selaku ketua panitia penyelenggara Forsesdasi NTB Tahun 2018, mengatakan, kegiatan itu dihadiri kurang lebih 23 Sekda Provinsi dan sekitar 500 Sekda Kab/Kota yang masing-masing membawa rombongan dan anggota keluarga sehingga kurang lebih 1.500 orang hadir dalam acara dimaksud.
Pada hari terakhir peserta Munas akan dibagi menjadi 3 kelompok wisata, yang pertama kearah barat Kota Mataram dan sekitarnya, yang kedua ke daerah Narmada dan yang ketiga menuju Kabupaten Lombok Utara.
Acara pembukaan Rakornas dan Munas Forsesdasi ke-3 ini juga diselingi dengan pemberian penghargaan kepada Mantan Sekda pengurus DPP Forsesdasi yg masih aktif, yaitu Prof Hj Winarni Manoarfa MS dan Ridwan Friskap.(EZ/*)







