KabarNTB, Mataram – Debat Terbuka Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat periode 2018-2023, Sabtu malam 12 Mei 2018 berlangsung baik dan lancar.
Meski demikian, acara adu argumen antar paslon yang diselenggarakan oleh KPU NTB ini seketika berubah menjadi kocak selayaknya ‘Stand Up Comedy’ atau ketoprak humor.
Betapa tidak, jika paslon Cagub dan Cawagub NTB nomor urut 1 (HM Suhaili FT dan H Muh Amin), 2 (TGH Ahyar Abduh dan H Mori Hanafi) dan 3 (Dr Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah) begitu serius dan jeli menyampaikan sekaligus menjawab pertanyaan, lain halnya denga paslon nomor urut 4, H Ali bin Dachlan – TGH Gde Sakti.

Cagub Ali bin Dachlan dengan gayanya yang ceplas ceplos dan tanpa beban, bahkan cenderung kocak, seakan menyulap panggung debat calon kepala daerah itu menjadi tontotan berbeda dari debat pafa umumnya.
Memasuki pertengahan acara, Ali BD banyak membuat hal yang mengundang tawa penonton. Baik gerak gerik atau tingkah laku maupun penyampaiannya pada saat melakukan tanya jawab yang sangat jauh melenceng dari materi yang diberikan.
Contohnya, pada segmen kelima paslon nomor urut 3 mempertanyakan soal strategi nomor urut 4 terkait pengembangan Bioteknologi di NTB. Namun Ali BD dengan polosnya mengatakan pertanyaan itu adalah mengutip isu dunia tentang bioteknologi, bukan berkaitan dengan isu lokal. Tetapi ia memuji Doktor Zul sebagai orang yang cerdas.
“Pak Zul ini cerdas, saya suka. Nanti kalau tidak terpilih menjadi gubernur akan saya akan sebagai tim ahli,” ujarnya disambut riuh seisi ruangan.
Selain itu, pada sesi berikutnya Ali BD mendapat pertanyaan melalui video yang sudah disiapkan oleh para pakar untuk ditanggapi. Yaitu persoalan Extra Ordinary Crime atau Kejahatan Luar Biasa. Bupati Lombok Timur dua periode itu kembali menjawab dengan santai bahkan cenderung sekenanya.
Menurutnya, strategi untuk mengatasi kejahatan luar biasa (teroris dan lainnya) itu akan dilakukan berdasarkan pengalaman selama ia memimpin Lotim 10 tahun lamanya dengan menggunakan Inspektorat atau melibatkan KPK.
H Suhaili FT, Cagub dari paslon nonor urut 1, yang diberikan kesempatan menanggapi jawaban paslon nomor 4, menyindir jawaban Ali BD dengan sebutan kurang fokus terhadap pertanyaan.
“Pertanyaanya tentang teroris extra ordinary crime masa ditangani oleh inspektorat,” ujar Suhaili ditanggapi riuh para penonton.
Terlepas dari isi jawaban yang disampaikan, namun cara menjawab dan sentilan – sentilan yang dikemukakan Ali BD selama debat berlangsung menjadi hiburan tersendiri bagi para penonton yang menyaksikan langsung maupun masyarakat yang menonton lewat siaran langsung di rumah masing-masing.(By)






