524 Pendaki Masih Terjebak di Rinjani, 358 Orang Diantaranya WNA

KabarNTB, Mataram – Hingga Senin pagi ini 30 Juli 2018, sebanyak 524 orang pendaki masih terjebak di Gunung Rinjani, akibat gempa tektonik 6,4 SR yang mengguncang NTB pada Ahad pagi 29 Juli 2018 kemarin.

Kepala Pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Sudiyono, menjelaskan bahwa jumlah pengunjung yang terjebak itu diketahui dari buku register pengunjung Gunung Rinjani di Balenta Sembalun Outdoor Desa Sembalun Kecamatan Sembalun Lombok Timur.

“Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas TNGR, terdapat sebanyak 524 orang pendaki yang masih terjebak di Gunung Rinjani. Terdiri dari WNA sebanyak 358 orang dan WNI sebanyak 166 orang,” ujar Sudiyono dalam pernyataan yang diterima Redaksi.

Warga Negara Asing (WNA) yang terdata, terdiri dari 21 Orang warga negara Malaysia, 35 orang warga negara Prancis, 23 orang warga negara Belanda, 174 orang warga negara Thailand, 5 orang warga negara India, 5 orang warga negara Singapura, 3 orang warga negara Italia, 6 orang warga negara United Kingdom (UK), Singapura 5 orang, 5 orang warga negara USA, 5 orang warga negara Spanyol, 7 orang warga negara Belgia, dan 13 orang warga negara Swiss.

Ada pula 7 orang warga negara China, 8 orang warga negara Canada, 4 orang warga negara Denmark, 2 oranh warga negar Swedia, 2 orang warga negara Australia, 1 orang warga negara Kroasia, 1 orang warga negara Myanmar, 13 orang warga negara Jerman, 5 orang warga negara Austria, 2 orang warga negara Jepang, 2 otang warga negara Polandia, 1 orang warga negara Bahrain, serta 1 orang warga negara Pakistan.

Sementara WNI antara lain: pengunjung asal Jakarta 15 orang, pengunjung asal Malang 2 orang, pengunjung asal Probolinggo 4 orang, pengunjung asal Banyuwangi 1 orang, pengunjung asal Cirebon 1 orang, pengunjung asal Tangerang 2 orang, pengunjung asal Jombang 1 orang, pengunjung asal Cilegon 1 orang, pengunjung asal Gresik 2 orang, pengunjung asal Solo 4 orang, pengunjung asal Aik Beriq 1 orang, pengunjung asal Mataram 2 orang, pengunjung asal Loteng 1 orang, pengunjung asal Lingsar 1 orang, pengunjung asal Janapria 1 orang, pengunjung asal KLU 4 orang , pengunjung asal Lotim 5 orang, pengunjung asal Lombok 12 orang, serta pengunjung yang tidak mengisi Register 9 orang.

Sudiyono menyatakan, upaya evakuasi terhadap 524 orang pendaki itu akan dilaksanakan hari ini (Senin 30/7). Evakuasi akan dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari TNI, Polri dan para relawan, Basarnas, Porter dan Team Medis. Tim evakuasi ini akan start pukul 08.00 Wita dari Posko di Sembalun.

Para pengunjung terperangkap dan tidak bisa turun akibat longsoran akibat gempa di jalur pendakian. Saat ini 524 orang pendaki tersebut berada di Danau Segara Anak dan Pelawangan.

Salah seorang pendaki dilaporkan meninggal dunia di Pelawangan atas nama Muhamad Ainul Taksim A, 26 tahun, Mahasiswa dari Makasar, Sulawesi Selatan.

Sementara itu di Posko bersama telah tergabung pasukan TNI, Polri, TNGR, Tim Kesehatan RS Kota Mataram 4 orang, Blue Island Medical Klinik 7 orang, RS Unram 3 orang, Dikes Kesehatan Provinsi 3 orang, Relawan-relawan dan besok pada hari Senin akan mendirikan Pos Kesehatan di Pos II.

Terhitung sejak hari Ahad 29 Juli 2018 pendakian Gunung Rinjani ditutup.(VR)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.