Pembangunan Ruang Kelas Sementara Lambat, Siswa di 42 Sekolah Masih Belajar di Tenda Darurat

KabarNTB, Sumbawa Barat – Para siswa di 42 unit sekolah yang rusak berat akibat gempa 19 agustus lalu di Sumbawa Barat, Masih bersekolah di tenda-tenda darurat

Kondisi itu disebabkan ruang kelas sementara oleh kontraktor yang ditunjuk pemerintah progressnya lambat.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) KSB, Tajuddin M.Si mengatakan, dari 42 sekolah setingkat SD dan SMP yang rusak, baru dua yang ruang kelas sementara-nya sudah bisa dimanfaatkan untuk kegiatan belajar siswa.

Para siswa di salah satu sekolah dasar di Kota Taliwang menjelang kegiatan belajar mengajar di tenda darurat

“Dua sekolah yang bangunan kelas sementaranya telah dapat digunakan itu adalah SDN Kokarlian dan SDN Meraran. Ada satu lagi yang sudah hampir jadi yakni SDN 3 Seteluk. Kalau yang lainnya belum. Progresnya masih rendah,” ungkap Tajuddin, kepada KabarNTB, Senin siang 29 Oktober 2018.

Ia menjelaskan, pembangunan kelas sementara ini ditangani sepenuhnya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui kontraktor yang ditunjuk.

“Sebenarnya pembangunan saat ini berjalan di seluruh sekolah. Hanya saja progres pembangunan untuk puluhan sekolah lainnya baru berkisar antara 20 sampai 50 persen,”.

“Jadi masih jauh untuk dikatakan bisa digunakan. Tenda darurat yang ada sekarang juga sudah mulai rusak. Untuk membuat yang baru jelas butuh anggaran,” timpalnya.

Untuk percepatan pembangunan ruang kelas sementara di puluhan sekolah itu, Tajuddin mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana yang ditunjuk Kementerian PUPR. Dari hasil koordinasi itu, kontraktor pelaksana mengungkap berbagai alasan.

“Mulai dari material hingga proses ekspedisinya yang terlambat. Kami kira alasannya sangat klasik ya. Itu yang disampaikan ke kami tapi kita tidak tahu di internalnya seperti apa,” ungkapnya.

Padahal menurut dia, Kementerian PUPR dan kontraktor pelaksana sebelumnya menargetkan pembangunan ruang kelas sementara itu akan selesai 30 oktober ini.

“Kami berharap, Kementerian PUPR memberi peringatan kepada kontraktor pelaksana. Mengingat ruang kelas sementara itu sangat dibutuhkan oleh sekolah guna menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa. Apalagi sekarang sudah mulai hujan,” tandasnya.(HA)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.