Ini Penjelasan BPJS Soal Tunggakan ke RSUD Asy Syfa

KabarNTB, Sumbawa Barat – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan, membenarkan adanya tunggakan pembayaran klaim pelayanan kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy Syfa Sumbawa Barat (KSB).

Kepala BPJS Kesehatan KSB, Baiq Soraya Widiyanti, mengatakan pihaknya sudah menerima pengajuan klaim dari RSUD Asy Syfa dan sedang dalam proses pembayaran.

Ia menjelaskan, BPJS kabupaten, bertugas melakukan proses administrasi dengan memverifikasi dan mengecek kelengkapan berkas klaim yang diajukan. Selanjutnya ditindaklanjuti ke kantor cabang BPJS Kesehatan di Bima.

Baiq Soraya, Kepala BPJS Kesehatan KSB

Setelah berkas dinyatakan lengkap dan disetujui kantor kabupaten,  berkas itu selanjutnya dikirim ke kantor cabang. Dari kantor cabang ada proses lagi. Total nilai dari semua berkas klaim dari lima kabupaten  kota di Pulau Sumbawa, diajukan ke kantor pusat.

“Selanjutnya kantor pusat yang mendroping dana sesuai jumlah klaim per wilayah. Untuk RSUD Asy Syfa klaimnya untuk bulan desember 2018. Di kami sudah selesai prosesnya,”  jelas Baiq Soraya.

Terkait realisasi, diakui memang ada keterlambatan dan saat ini memang keterlambatan yang paling lama yang pernah terjadi. Namun ia menyatakan BPJS juga tidak mau keterlambatan itu terjadi. Tetapi secara nasional BPJS memang sedang mengalami defisit anggaran.

“Sekarang ini kami (BPJS) sedang menunggu droping dana dari Kementerian Keuangan. Begitu ada kucuran dana dari Kemenkeu langsung akan didistribusikan, karena proses administrasinya sudah selesai,” imbuhnya.

Baiq mengaku tidak bisa memperkirakan kapan klaim yang masih tertunggak pembayarannya bisa direalisasikan.

“Secepatnya, Kami tidak bisa memprediksi karena tergantung dana yang ada,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur RSUD Asy Syfa, dr Carlof Sitompul, mengungkap tentang adanya tunggakan pembayaran klaim dari BPJS kesehatan sebebesar lebih dari Rp 1 miliyar. Tunggakan itu, meski tidak mempengaruhi pelayanan kepada masyarakat pengguna BPJS, tetapi menyebabkan tidak tercapainya target pendapatan RSUD tahun 2018.(EZ)

Komentar