Rekonstruksi Pasca Gempa : Sumbawa Terkendala Data, KSB Aman Lancar

KabarNTB, Mataram – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, H Mohammad Rum menegaskan bahwa pemerintah sangat memperhatikan kondisi masyarakat korban gempa di NTB, termasuk di Kabupaten Sumbawa.

Hal ini dibuktikan dengan penyaluran dana bantuan stimulan untuk pembangunan huntap (hunian tetap) masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.

Menanggapi progress rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa di Kabupaten Sumbawa, H Rum mengatakan, pemerintah pusat telah mentransfer dana bantuan sebesar Rp 3,5 triliun untuk korban gempa di NTB, termasuk Kabupaten Sumbawa.

Kepala BNPB, Willem R didampingi Bupati KSB, HW Musyafirin dan pejabat lainnya melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan rumah korban gempa di Desa Seteluk Tengah, Sabtu (15 September 2018)

Untuk Kabupaten Sumbawa, dana transfer dari pusat sebesar Rp 181,340 miliar. Dari laporan yang diterima BPBD NTB, yang sudah ditransfer ke masyarakat sebesar Rp 106 miliar lebih. Sedangkan sisanya sekitar Rp 75 miliar masih tersimpan.

Pihaknya, kata H Rum, mendorong agar BPBD di kabupaten untuk segera mentransfer dana tersebut ke masyarakat.

“Ketika saya tanya ternyata ada kendala, yaitu ada kesalahan data termasuk SK,” ungkapnya, kepada Wartawan Rabu 16 Januari 2019 di Mataram.

Ia mencontohkan kesalahan yang terjadi seperti nama penerima dobel atau ganda. Hal ini konsekwensinya harus dilakukan pendataan ulang, agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

Ia mengakui kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab terlambatnya realisasi bantuan.

“BPBD NTB tidak akan tinggal diam terkait masalah ini. Kami akan terus melakukan kroscek, sehingga bantuan yang dihajatkan untuk korban gempa ini bisa tuntas dan masyarakat terdampak bisa segera membangun huntap,” imbuhnya.

Sementara penyaluran bantuan untuk Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H Rum menyatakan lancar dan aman. Dana yang sudah ditransfer ke masyarakat sebesar Rp 115 miliar lebih. Sementara dana yang tersisa sekitar Rp 3,3 miliar.

“Intinya, dalam persoalan ini kami mendorong agar segera dituntaskan pendataan seperti di Sumbawa, masyarakat segera membentuk Pokmas agar dana tersebut bisa terealisasi semua. Tidak ada lagi hutang pemerintah dan masyarakatpun bisa segera membangun rumah,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini dari BPBD NTB dan Diskominfotik NTB, jumlah rumah rusak akibat gempa yang sudah diverifikasi di Kabupaten Sumbawa sebanyak 11.992. Adapun rinciannya, Rusak Berat 2.169, Rusak Sedang 2.310 dan Rusak Ringan 7.513. Sedangkan untuk Pokmas yang terbentuk kini berjumlah 104 dengan jumlah KK sebanyak 1.316.

Sedangkan untuk KSB jumlah rumah rusak sebanyak 18.515 unit. Meliputi rusak berat 1.240, rusak sedang 4.380 dan rusak ringan sebanyak 13.457. Pokmas yang terbentuk sebanyak 193 dengan jumlah KK sebanyak 2.081.(VR)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.