Bupati Optimis RSUD Asy Syfa Bisa Naikkan Status Akreditasi ke Level Lebih Tinggi

KabarNTB, Sumbawa Barat – Bupati Sumbawa Barat HW Musyafirin menyatakan optimis RSUD Asy Syfa bisa mempertahankan bahkan menaikkan status sebagai rumah sakit terakreditasi ke level lebih tinggi.

Hal itu dikemukakan bupati saat menerima kunjungan TIm Surveyor yang akan melakukan Pra Survey Simulasi SNARS Edisi I RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat Senin Malam 26 Agustus 2019.

Tim surveyor terdiri dari tiga orang yaitu dr Anak Agung Ayu Mas Ranidewi, SP THT., Mkes selaku ketua tim akreditasi, dr Saiful Wathoni Mars dan Rasdiana Zega S.Kep M.Kep selaku anggota.

Survey yang dilakukan tim merupakan awal dari rangkaian kegiatan survey yang akan dimulai pada tanggal 27 Agustus dan berlangsung sampai tanggal 30 Agustus 2019.

RSUD Asy Syfa Sumbawa Barat

Sejak November 2016 lalu RSUD Asy-Syifa sudah terakreditasi perdana dan sudah lulus 4 (empat) standar dari total 16 standar yang ada. Akreditasi yang diperoleh empat tahun yang lalu tersebut akan berakhir pada bulan November 2019 mendatang sehingga harus ada re-survey akreditasi untuk memantau mutu pelayanan Rumah Sakit apakah bisa mempertahankan akreditasinya, menurun, atau sudah meningkat.

Penyelenggaraan survey dilaksanakan dengan memeriksa pelaksanaan 16 standar yang disyaratkan. Meliputi pemeriksaan regulasi, dokumen, observasi, wawancara dan serangkaian pemeriksaan lainnya yang melibatkan seluruh staf Rumah Sakit Asy-Syifa dan pada tahap wawancara akan melibatkan pemilik Rumah Sakit.

Bupati HW Musyafirin menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan sangat kuat.

“Kami sangat support RSUD Asy-Syifa” katanya.

Bupati jugs menjelaskan, secara umum Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) Sumbawa Barat berada pada peringkat paling tinggi di NTB dan peringkat ke 6 di Indonesia.

Oleh karena itu Ia menegaskan kepada direktur RSUD Asy-Syifa beserta seluruh jajarannya untuk menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam survey akreditasi tersebut, tidak perlu ada hal yang ditutup-tutupi.

“Semakin kita terbuka maka semakin besar peluang kita untuk memperbaiki pelayanan demi meraih akreditasi yang lebih baik lagi,” pesannya.

Untuk diketahui bahwa RSUD asy-syifa’ Sumbawa Barat adalah satu-satunya RSUD di pulau Sumbawa yang tidak turun kelas. Sesuai hasil review kementerian kesehatan RI, RSUD Asy-syifa’ masih berada di tipe C. Sementara RSUdlD Kabupaten Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima turun tipe ke tipe D. Bahkan beberapa kabupaten dan rumah sakit swasta di pulau Lombok pun turun kelas.

“Atas dasar itu, RSUD asy-syifa’ menjadi salah satu rumah sakit rujukan di NTB, khususnya di pulau Sumbawa, dimana rumah sakit daerah lainnya yang bertipe D di rujuk ke RSUD Asy-syifa’ yang bertipe C sesuai dengan ketentuan rujukan berjenjang dari BPJS kesehatan.

“Ini artinya, sarana prasarana, tenaga medis atau sumber daya manusia, pelayanan dan lainnya di rumah sakit kita memenuhi standar,” imbuh Bupati.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat tidak akan berhenti sampai disitu. Tapi terus menjalin kerjasama dengan dokter bahkan fakultas kedokteran Universitas Udayana untuk menambah dokter spesialis.

Selain itu, Bupati menyatakan kerja keras dari direktur RSUD Asy-syifa’ dan seluruh jajarannya akan menjadi kunci keberhasilan, ditambah lagi kepercayaan masyarakat yang semakin besar untuk mau menggunakan layanan di rumah sakit.(EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses