KabarNTB, Mataram — Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTB tetap bersikukuh tidak bersedia terlibat dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020.
Bahkan pada rapat paripurna yang digelar Senin 26 Agustus 2019 dengan agenda Jawaban Gubernur atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap Nota Keuangan dan Raperda tentang APBD tahun anggaran 2020, seluruh anggota F-PDI Perjuangan tetap tidak hadir.
Menanggapi hal ini, Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda menegaskan bahwa agenda pembahasan RAPBD 2020 tetap berjalan.
Mengenai ketidak hadiran F-PDI Perjuangan dinilainya adalah hal yang wajar dalam menentukan sikap politik. Namun semua pembahasan berkaitan dengan RAPBD 2020 tetap berjalan baik dan lancar.

“Sah-sah saja. Ini kan masih banyak anggota yang ada. Kecuali kalau semua anggota menolak. Semuanya sudah sangat jelas. Kita disini (rapat paripurna) musyawarah mufakat, kalau tidak bisa tentu ada voting,” jelasnya.
“Kalau satu fraksi hanya lima (orang) yang pergi kan masih banyak (fraksi) yang lain,” imbuh Isvie.
Dikatakannya, dalam hal ini suara terbanyak menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan. Semuanya kata Isvie, sudah berjalan sebagaimana mestinya.
Ia menegaskan, sebagai Ketua DPRD NTB, tidak akan membawa lembaga dalam kondisi yang tidak beraturan.
“Semuanya sudah kita lakukan dengan baik. Saya tidak akan membawa lembaga ini dalam kondisi tidak beraturan. Insya Allah, saya magister hukum 16 tahun jadi dosen, hukum tata negara saya paham,” cetusnya.(VR)







