KabarNTB, Sumbawa Barat – Tokoh pendiri Kabupaten Sumbawa Barat, KH Zulkifli Muhadli (Kyai Zul) menilai petahana (incumbent) memiliki peluang paling besar untuk menang di Pilkada.
“Kalau saya bicara sebagai pribadi, Zulkifli, tentu petahana yang paling kuat. Itu umum terjadi di mana – mana. Petahana yang kalah itu adalah petahana yang kecelakaan,” ujar Kyai Zul menjawab wartawan tentang arah dukungannya di Pilkada KSB 2020, usai menghadiri pelantikan anggota DPRD di Taliwang, Senin 19 Agustus 2019.
Menurutnya, jika petahana tidak kecelakaan, diatas kertas pasti akan menang lagi. Yang jadi masalah, sambungnya, apakah petahana akan tetap bertahan dengan pasangannya atau tidak.
“Itu sangat tergantung dari apa yang akan dijual kembali. Kalau berpasangan dengan pasangan yang lama, mereka kehabisan bahan untuk dijual mereka tidak bisa. Karena kalau ingin menjual yang baru, dia akan mencari pasangan yang baru,” urai pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlas Taliwang itu.

Apakah itu berarti Firin – Fud (HW Musyafirin – Fud Syaifuddin) pasangan petahana di KSB tidak usah berpisah ?.
“Oh nggak, saya nggak katakan begitu. Tergantung, kalau pasangan ini punya jualan baru, mereka akan bertahan. Tapi kalau jualan atau tawaran baru itu baru bisa diraih dengan mengganti pasangan, mereka akan ganti,” jawabnya.
Kyai Zul mengaku dekat dan sering bertemu dengan pasangan Petahana di KSB (Firin – Fud). Di tiap pertemuan yang terjadi, ia juga mengakui membahas masalah Pilkada.
“Pilkada secara umum selalu kita bicarakan, dimanapun dengan siapapun, termasuk dengan petahana. Tapi secara umum, karena itu bagian dari concern kita bagi KSB,” ujarnya diplomatis.
Namun secara pribadi, Kyai Zul menilai kepemimpinan petahana dalam empat tahun terakhir secara umum bagus dan berhasil.
“Tentu ada kekurangan disana-sini dan itu wajar, wajar-wajar saja. Bagi saya kan, apakah pondasi yang saya tanamkan selama 10 tahun itu bisa dipertahankan atau ditingkatkan, itu saja,” sebut mantan Bupati definitif pertama yang yang meletakkan pondasi dasar peradaban fitrah yang sekarang menjadi roh pembangunan KSB itu.
Meski demikian, Kyai Zul menegaskan dirinya belum menentukan pilihan untuk mendukung siapapun di Pilkada KSB 2020 mendatang, meski sudah banyak calon yang datang kepadanya.
“Yang paling baik itu yang akan saya dukung. Saya kan berpikir KSB bukan berpikir siapa – siapa. Saya lagi biarkan mereka bersosialisasi dulu, menawarkan visi-misi dulu, saya akan mengikuti saja. Saya nggak elok kalau sekarang menentukan si A, Si B, Si C pasti tidak baik itu,”.
“Saya kan sebagai orang tua berada dimana-mana. Jadi saya tidak berada di barisan siapa-siapa,” pungkasnya.(EZ)



