Komplotan Begal dengan Modus Pura-Pura Minta Tolong Dibekuk Polres Lobar

KabarNTB, Lombok Barat – Tim Puma Polres Lombok Barat, Polda NTB berhasil membekuk komplotan pencurian dengan Kekerasan (begal), Kamis 29 April 2021. Komplotan ini beraksi dengan modus berpura-pura minta pertolongan kepada korban.

Mereka sempat beraksi di Jalan Raya Dusun Kondak Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, pada Sabtu 20 maret 2021. Saat itu mereka membegal korban bernama Fahrul (19 tahun) Warga Desa Kuripan Selatan.
“Alhamdulillah setelah dilakukan penyelidikan, kita telah mampu mengungkap siapa yang menjadi pelaku dalam tindak pidana ini,” ungkap Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S. Wibowo, Selasa 4 Mei 2021.

Para pelaku begal yang berpura-pura minta tolong ke Korban beserta mobil pickup yang digunakan untuk menghadang korban

Kapolres menuturkan dari hasil penyelidikan, saat beraksi salah satu pelaku mengaku sebagai korban kejahatan. Pelaku ini meminta tolong kepada korban, untuk diantar pulang. “Pelaku kemudian diantar oleh korban dan ditengah jalan korban sudah ditunggu oleh pelaku pelaku yang lain dengan menggunakan kendaraan roda empat,” sebut Kapolres.

Korban kemudian diikat oleh para pelaku, termasuk oleh salah satu pelaku yang pura-pura sebagai korban. “Jadi kendaraan, handphone dan lain sebagainya semua diambil oleh pelaku, setelah dilakukan penyelidikan, kita menyimpulkan bahwa yang menjadi pelaku dari tindak pidana begal ini sebanyak 6 orang,” terangnya.

Keenam orang yang berhasil diamankan diantaranya berinisial AN (35 tahun) selaku otak pelaku, MW (30 tahun), SL (36 tahun), MH (24 tahun), MK (45 tahun) dan satu selaku penadah berinisial SU (25 tahun). Keenamnya berdomosi di Kecamatan Gerung. Sedangkan Barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya Satu Unit HP, Satu Unit Sepeda Motor yang digunakan oleh pelaku ke TKP, dan Satu Unit Mobil Pick Up yang digunakan menghadang korban.

“Terhadap para pelaku kami sangkakan dengan pasal 365 ayat (1), ayat (2) dan Ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman yaitu 9 tahun penjara,” tegas Kapolres.

Saat ini, para pelaku sedang menjalani proses penyidikan di Polres Lombok Barat dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka ditangahan di Rutan Polres Lombok Barat. Penyidik juga mendalami apakah para pelaku ini pernah melakukan tindak pidana diwaktu atau ditempat yang lain.(NK/JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.