KabarNTB, Sumbawa – Sejumlah warga Desa Jorok Kecamatan Unter Iwes Sumbawa, mengeluhkan pendistribusian air PDAM yang kerapkali macet. Kondisi tersebut mengakibatkan warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air seperti untuk mandi, mencuci, dan sebagainya.
Jim Sujiman, salah seorang warga Jorok, mengaku jika kondisi ini sering kali terjadi. “Hampir setiap sore sekitar pukul 17.00 WITA hingga pukul 19.00 WITA tidak ada air PDAM. Bahkan hari ini, Kamis (27/5/2021) sejak pagi hingga saat ini tidak ada suplay air PDAM,” ujar Jim.

Menurutnya, kondisi ini sangat merugikan warga selaku pelanggan PDAM. “Saat warga terlambat membayar tagihan, pihak PDAM memberlakukan denda yang harus dibayar oleh pelanggan. Sebaliknya, pelanggan yang membutuhkan ketersediaan air tidak pernah menuntut supaya PDAM didenda akibat macetnya pendistribusian air,” imbuhnya.
“ini sama sekali tidak ada rasa keadilan terhadap kami selaku pelanggan. Hari ini saja sama sekali tidak ada distribusi air sejak pagi. jangan mengutamakan pendapatan (tagihan) namun tidak sebanding dengan pelayanan,” protesnya, sembari mengingatkan bahwa pihak PDAM berkewajiban untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas air, jika ada kendala atau kemacetan segera ditanggulangi.
“Kami berharap kedepan PDAM mampu bekerja secara profesional sehingga dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi pelanggan. Semoga segala kendala yang terjadi saat ini menjadi motivasi perusahaan untuk dapat mengatasi ketersediaan air,” katanya.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur PDAM Batu Lanteh Sumbawa, Juniardi Akhir Putra yang dikonfirmasi via Whatsapp, mengakui hal tersebut. “Kalau jam-jam segitu, pukul 17.00 – 19.00 WITA adalah puncak pemakaian air, kami tergantung ketersediaan air bak reservoir. Sebentar saya cek petugas dulu,” tulisnya.
Untuk mengatasi kekurangan air, Junaidi menegaskan bahwa pihaknya sudah merencanakan dengan Pemerintah Daerah bahwa pada akhir tahun ini akan ada tender pipa dan reservoar baru dari sumber air sungai Ai Ngelar Desa Kereke untuk menambah volume air di dalam kota.
Menurutnya, jumlah pelanggan PDAM tidak sebanding dengan ketersediaan sumber air baku yang hanya mengandalkan satu sumber mata air yakni air baku sungai Semongkat. Sumber air tersebut selama ini menyuplai kebutuhan untuk lima kecamatan atau hampir 15.000 pelanggan, hingga kecamatan Moyo Utara yang sangat jauh jangkauannya dengan elevasi wilayah yang berbeda.
“Semoga kedepan dengan beroperasinya air baku sungai Ai Ngelar dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Sumbawa. kami akan berusaha memenuhi kebutuhan air sebaik mungkin,” demikian Juniardi.(*)






