Ibu Penyuplai Sabu, Putri Kandung Turut Ditangkap karena Diduga Terlibat

KabarNTB, Mataram – Sat Resnarkoba Polresta Mataram berhasil menangkap lima orang terduga penyuplai narkotika jenis sabu di dua lokasi/TKP berbeda, yakni di Kakalik, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram dan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat pada Jum’at dinihari1 4 juni 2021 sekitar pukul 4.00 Wita.

Penangkapan pertama dilakukan di sebuah kos-kosan yang berada di Kakalik, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Di lokasi ini Tim menangkap dua terduga, yakni dua orang perempuan yang merupakan Ibu dan anak kandung. Sang ibu berinisial NK (41 tahun) dan PE (25 tahun).

Terduga NK dihadirkan dalam konfrensi pers di Polresta Mataram, Jum’at (4/6)

Sedangkan, di lokasi kedua, petugas berhasil mengamankan tiga orang rekannya berinisial KR (28 tahun), HM (29 tahun), serta AR (24 tahun).

Kasat Resnarkoba Polresta Mataram AKP I Made Yogi Purusa Utama mengungkapkan, penangkapan terhadap lima terduga pelaku berawal dari informasi masyarakat. Tim langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua orang terduga di Kakalik, Kota Mataram dan tiga rekannya di tangkap di Gerung, Lombok Barat pada hari jum,at 4 juni 2021 sekitar pukul 4.00 Wita dinihari.

“Lima orang terduga di tangkap di dua lokasi berbeda, dua orang terduga di tangkap di kos-kosan di Kekalik dan tiga rekannya di tangkap di Gerung Lombok Barat,” ungkap Yogi, Jum’at 4 juni 2021 saat jumpa pers di Polresta Mataram.

Menurut Yogi, kelima orang terduga tersebut merupakan pemain lama dan penangkapan yang dilakukan merupakan rangkaian dari penangkapakan sebelumnya dimana barangnya berasal dari Karang Bagu.

Dalam penangkapan itu, Tim berhasil mengamankan barang bukti berupa, dua poket plastik bening yang berisi sisa Narkotika jenis Sabu seberat 5 gram, 1 buah Bong, 3 buah Handphone, 1 buah timbangan digital, serta uang tunai sebesar Rp. 1.100.000 hasil dari penjualan narkoba jenis sabu.

Atas perbuatannya, ke-lima terduga pelaku, di jerat dengan pasal 112 ayat 2, 114 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Menurut pengakuan KR, HM, dan AR, mereka merupakan suruhan atau anak buah NK. Mereka berperan mengambil barang haram tersebut ke wilayah timur sebanyak 10-15 gram dengan imbalan sebesar Rp. 500.000 sampai Rp. 700.000. Selanjutnya, barang tersebut mereka pecah dan dipakai di kos-kosan milik NK dan sisanya baru mereka jual.

Sementara itu, putri kandung NK yakni PE masih menjalani pemeriksaan intensif dan di BAP. Hal ini dikarenakan dari test urine hasilnya negatif, sedangkan Ibunya positif.

“Anaknya masih kita BAP, apakah dia terlibat atau tidak, karena dari hasil test urinenya dia negatif, sedangkan ibunya positif narkoba,” tutup Yogi. (NK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.