KabarNTB, Sumbawa – Sejumlah desa di Kabupaten Sumbawa kerap mengalami kekeringan dan krisis air bersih, terutama pada musim kemarau yang berkepanjangan.
Seperti yang diberitakan beberapa media, kondisi tersebut kerap mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak. Bahkan, pada tahun 2020 lalu, kondisi itu ditetapkan statusnya sebagai bencana hingga diberlakukan tanggap darurat karena menyebabkan puluhan desa mengalami kekeringan.

Salah satu desa yang mengalami hal serupa yakni Desa Hijrah 2, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumabawa, Provinsi Nusa Tenggara barat.
Untuk itu, pada Senin (1/11), Desa Hijrah 2 mendapat perhatian khusus dari Kepolisian Resor Sumbawa, beberapa anggota dari Sat Samapta Polres Sumbawa membawa 10.000 liter air untuk warga.
Kapolres Sumbawa AKBP Esty Setyo Nugroho, S.IK. melalui Kasat Samapta Iptu Mulyadi, SH. mengatakan, warga Desa Hijrah 2 di Kecamatan Lape saat ini mengalami kesulitan air bersih, timbul rasa empati dibenaknya sehingga pihaknya langsung mengirimkan air bersih ketempat itu.
“Saat ini Desa Hijrah 2 mengalami kekeringan, kemarin siang beberapa dari anggota kami membagikan air bersih untuk warga,” ungkap Iptu Mulyadi dikantornya, Senin (1/11) sore.
Dia berharap 10.000 liter air yang dibawanya, dapat membuat warga Hijrah 2 terbantu dan mendapat perhatian khusus dari pemerintah.
“Kami harap Desa Hijrah mendapat perhatian khusus dari pemerintah, agar warga Hijrah 2, tidak kekurangan air bersih,” pungkasnya.(JK)







