Pemerintah Terbitkan 4 Surat Edaran Terkait Minyak Goreng

KabarNTB, Sumbawa Barat – Kementerian Perdagangan telah menerbitkan 4 surat edaran sebelum minyak goreng langka di pasaran.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa Barat Nurdin Rahman mengatakan surat edaran pertama dikeluarkan pada tanggal 11 Januari 2022.

“Edaran itu terkait Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) nomor 01 Tahun 2022 tentang penyediaan minyak goreng kemasan sederhana untuk kebutuhan masyarakat dalam kerangka pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS),” jelasnya, Jumat, (18/2/2022).

Selang beberapa hari, terbit surat edaran kedua dari Kementrian Perdagangan yaitu Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) Nomor 03 Tahun 2022 tentang penyediaan minyak goreng kemasan untuk kebutuhan masyarakat dalam kerangka pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dengan asosiasi pengusaha ritel Indonesia (Aprindo) dengan pengusaha minyak goreng.

“Direktur bahan kebutuhan pokok dan penting mengeluarkan SE tanggal 18 Januari 2022 untuk harga minyak goreng Rp. 14.000 per liter yang disubsidi ke ritel modern,” jelas Nurdin.

Surat edaran ketiga tanggal 26 Januari 2022, Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) Nomor 06 Tahun 2022 tentang penetapan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng sawit. Keempat, surat keputusan dari Direktur Jendral Perdagangan Dalam Negeri nomor 11 Tahun 2022 tentang penetapan pelaku usaha penyediaan minyak goreng untuk kebutuhan masyarakat.

“Jadi ada empat surat edaran (SE) yang dikeluarkan Kementrian Perdagangan (Kemendag) terkait minyak goreng,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, setelah keluarnya edaran untuk mensubsidi minyak goreng bagi ritel modern, maka stok minyak goreng banyak di ritel modern termasuk di KSB. Dari 37 ritel modern yang ada di KSB tersebut membeludak minyaknya, namun di pasar tradisional harganya tidak turun, karena tidak terkena subsidi. Maka masyarakat menyerbu minyak goreng yang ada di ritel modern.

“Sewaktu membeludak di ritel modern, saya turun mengecek dan mengawasi ke lapangan, ternyata benar stok minyak goreng sangat banyak di ritel modern, hal itu terjadi selama seminggu,” tuturnya.

Keputusan direktur jenderal perdagangan dalam negeri menetapkan pelaku usaha minyak goreng sebanyak 49 badan usaha termasuk Bulog didalamnya. Selanjutnya, dari penetapan HET tanggal 26 Januari 2022 harga minyak curah Rp. 11.500 perliter, Rp. 13.500 minyak kemasan sederhana dan Rp. 14.000 perliter kemasan premium. Didalam HET sudah termasuk harga kebutuhan pokok dan keuntungan.

Nurdin menambahkan, pihaknya terus memantau minyak goreng yang ada di ritel modern dan pasar tradisional bersama satuan tugas (Satgas) pangan dari OPD terkait lainnya.(NK)

Komentar