KabarNTB, Sumbawa Barat – Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengirim belasan sampel yang diambil dari anjing liar ke Laboratorium di Bali pasca terjadinya belasan kasus gigitan anjing dalam dua hari terakhir.
Sejumlah petugas dari Dinas Pertanian, bersama personel Sat Pol PP pada Rabu malam (30/3) melakukan pengambilan sampel HPR di sejumlah wilayah di dalam Kecamatan Taliwang yang sebelumnya menjadi lokasi gigitan anjing.
“Ada belasan sampel yang kita ambil tadi malam. Hari ini (kamis,red) langsung dibawa ke Bali untuk uji Laboratorium,” ujar Kepala Dinas Pertanian KSB, Suhadi.

Sebelumnya, petugas dari Dinas.Pertanian juga sudah turun melakukan investigasi ke lapangan begitu ada laporan kasua gigitan anjing pada 29 Maret lalu. Saat itu petugaa juga berhasil mendapatkan sampel dari anjing yang sebelumnya melakukan gigitan dan telah dibawa langsung untuk uji lab di Bali.
Dinas Pertanian masih menunggu hasil uji lab untuk memastikan apakah anjing yang menggigit warga itu positif rabies atau tidak.
“Kami mesti menunggu hasil uji lab untuk menyimpulkan. Sementara ini, dari tingginya kasus gigitan dan hasil investigasi lapangan bahwa anjing-anjjng tersebut menyerang korban dengan agresif, sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan,” imbuh Suhadi.
Sementara itu, jumlah populasi hewan pembawa rabies (HPR), khususnya anjing di Kabupaten Sumbawa Barat berdasarkan data Dinas Pertanian, per tahun 2021 mencapai 7.981 ekor. Jumlah ini terdiri dari 3.434 ekor anjing peliharaan (berpemilik) dan 4.547 ekor anjing liar (tidak berpemilik).
Sedangkan capaian vaksinasi anti rabies (VR) di tahun 2021 hanya sebanyak 505 ekor anjing, sedikit lebih banyak dari realisasi vaksinasi terhadap HPR lainnya, yakni kucing yang berjumlah 446 ekor dan kera yang hanya satu ekor.
Untuk tahun 2022 ini, sampai akhir Maret, realisasi vaksinasi terhadap HPR juga masih sangat minim. Untuk anjing yang sidah divaksinasi hanya sebanyak 25 ekor dan kucing 14 ekor.
Realisasi vaksin HPR tertinggi tercatat di tahun 2019. Saat itu total sebanyak 7.500 ekor HPR yang divaksinasi, terdiri dari 5.504 ekor anjing, 1.981 ekor kucing dan 15 ekor kera. Sedangkan tahun 2020 realisasi vaksinasi mencapai 2.075 ekor, terdiri dari 1.686 ekor anjing dan 389 ekor kucing.(EZ)






