KabarNTB, Sumbawa Barat — Kasus rabies di Kabupaten Sumbawa Barat mendapat perhatian serius dari Kementerian Pertanian.
Kementerian terkait menyerahkan bantuan berupa dua pucuk senapan khusus untuk menangani anjing pembawa rabies.
Bantuan itu diserahkan Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Syamsul Ma’arif kepada Bupati KSB HW Musyafiirin di Taliwang, Kamis 14 April 2022.

Dua pucuk senapan itu dilengkapi peluru berupa campuran obat bius. Senapan itu akan digunakan untuk evakuasi pengambilan sampel anjing liar untuk uji laboratorium. ‘
’Kita dapat sumbangan dua pucuk. Selain senapan, kita juga mendapat peluru pink sebanyak 50 biji, tulup dan tandu,” ungkap Kepala Dinas Pertanian KSB, Suhadi, yang mendampingi Bupati saat penerimaan bantuan.
Peralatan tersebut, kata Suhadi, nantinya akan digunakan untuk pengambilan sampel anjing liar.
“KLB rabies di KSB saat ini mendapat perhatian serius pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. Pemerintah pusat juga akan mengirim vaksin rabies termasuk membantu Pemda Sumbawa Barat dalam bentuk Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE),” bebernya.
Selain itu, Kementerian Pertanian juga akan turun langsung melakukan sosialisasi ke masyarakat termasuk ke sekolah, terkait penyakit yang dibawa oleh Hewan Pembawa Rabies (HPR) itu.
Suhadi menyatakan, bantuan yang diberikan Kementerian Pertanian akan sangat membantu Pemda KSB untuk menambah jumlah pengambilan sampel anjing yang terinveksi rabies.
“Selama ini kita kesulitan melakukan hal itu, mengingat peralatan yang ada sangat terbatas. Bantuan ini akan mempercepat kita dalam proses pengambilan sampel,” imbuhnya.
Senapan bius juga bisa digunakan untuk vaksinasi terhadap anjing liar (tidak berpemilik) maupun anjing berpemilik namun sulit untuk diamankan (dikarantina).
“Penggunaan senjata ini juga lebih aman. Jadi begitu ditembak dengan obat bius, kita langsung vaksin dan diberikan tanda,’’ ujar Suhadi.
Sementara itu sampai Jum’at 15 April 2022, total jumlah kasus gigitan anjing diduga rabies di Sumbawa Barat mencapai 68 kasus. Dari jumlah itu, Kecamatan Taliwang masih menjadi yang terbanyak dengan 36 kasus.(Dit)







