Rata-rata Terjadi 2,81 Kasus Gigitan Anjing Diduga Rabies per Hari di KSB

KabarNTB, Sumbawa Barat – Sampai dengan Jum’at, 30 April 2022 kasus gigitan anjing diduga rabies  di Kabupaten Sumbawa Barat masih menunjukkan trend peningkatan.

Berdasarkan data Dinas Pertanian setempat, hingga Jum’at pukul 14.00 Wita tercatat sebanyak 90 kasus gigitan. Terjadi satu kasus baru di Kelurahan Sampir Kecamatan Taliwang, dimana korban merupakan warga Desa Lampok Kecamatan Brang Ene.

Peta sebaran kasus gigitan anjing diduga rabies di KSB per hari Jum’at 30 April 2022. (Sumbedlr : Dikes – Distan KSB)

Jumlah kasus harian memang mengalami penurunan signifikan sejak kasus pertama terjadi pada 29 Maret 2022 lalu, namun penambahan kasus masih belum bisa dibendung.

“Jika dirata-ratakan, terjadi 2,81 kasus gigitan setiap hari sejak kasus pertama pada 29 Maret lalu,” ungkap Kepala Dinas Pertanian KSB, Suhadi, kepada KabarNTB, Jum’at malam.

Kecamatan Taliwang masih menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak yakni 41 kasus dan 8 sampel HPR terkonfimasi rabies. Sisanya tersebar di seluruh Kecamatan di KSB dengan total jumlah sampel terkonfirmasi sebanyak 16 sampel hasil uji laboratorium di Balai Besar Veteriner Denpasar Bali.

Sementara program vaksinasi HPR yang terus digencarkan Dinas Pertanian, sampai saat ini capaiannya sebanyak 2.964 ekor, dimana 1.965 ekor diantaranya adalah populasi anjing berpemilik.

“Jumlah yang sudah divaksinasi ini (1.965 ekor) baru mencapai 57,22 persen dari total populasi anjing berpemilik. Masih belum signifikan, karena itu kami terus intens mensosialisasikan kepada warga pemilik anjing tentang pentingnya vaksinasi sebagai antisipasi rabies. Termasuk dengan pemberian insentif bagi pemilik anjing yang bersedia peliharaannya divaksinasi,” demikian Suhadi.(EZ)

Komentar