PMK Ancam Pasar Ternak Qurban Sumbawa, Komisi 2 Minta Disnakeswan Kerja Ekstra

KabarNTB, Sumbawa – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan(Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa diminta bekerja ekstra keras untuk mengantisipasi berjangkitnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di daerah Sumbawa.

Sekretaris Komisi 2 DPRD, Ridwan SP meminta hal tersebut untuk menjawab wabah PMK disejumlah daerah di Provinsi Jawa Timur, Aceh dan di Pulau Lombok.

Ditemui Kamis (12/05), mantan ketua asosiasi pengusaha ternak (PEPEHANI) menegaskan, Sumbawa sebagai gudang ternak nasional musti dipertahankan bebas dari PMK.

Ridwan SP, Sekretaris Komisi II DPRD Sumbawa

“Jangankan ada (PMK). Masih aman saja dampaknya sudah luar biasa. Ternak kita ndak bisa keluar daerah. Tentu ini merugikan petani peternak,” sebut Ridwan.

Terlebih untuk memenuhi pangsa pasar ternak kurban pada Idul Adha bulan Juli, sambungnya.
Karenanya politisi PKB ini meminta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DISNAKESWAN) setempat untuk melakukan segala upaya melakukan pencegahan masuknya virus PMK ke Sumbawa selaku gudang ternak nasional.

“Sumbawa aman dan selamanya harus aman Karena itu kami minta Dinas Peternakan aktif melakukan deteksi dan penanganan dini serta melakukan sosialisasi yang intensif kepada peternak,” sambung Ridwan.

Pada kesempatan itu Ridwan juga mengungkapkan pengalamannya selaku peternak. Dia mengatakan, sapi yang selalu dikandangkan rentan diserang PMK. Terlebih bila kondisi kandangnya kotor dan pakannya buruk.
“Kalau kandangnya kotor sudah pasti jadi sumber penyakit. Begitu juga kalau makanannya tidak sehat,” ungkapnya.

Tapi kalau ternak yang dilepas liarkan kata Ridwan tak terjangkit dari PMK.(Van)

Komentar