Test PCR Positif, Calon Jemaah Haji Bisa Gagal Berangkat

KabarNTB, Sumbawa – Calon jemaah haji musti menjaga kesehatannya, terutama dari covid 19. Sebab bila hasil test PCR nya positif, pemberangkatannya bisa ditunda, bahkan bisa gagal.

“Kalau PCR nya positif covid, calon jemaah haji bersangkutan akan dikarantina 1×24 jam,” sebut Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, Ardi Suzami.

Ilustrasi Ibadah Haji

Karantina jemaah haji yang positif hasil test PCR nya sambung Ardi dilakukan diembarkasi haji.
“Kita usahakan dengan memberikan edukasi kepada jemaah haji agar mengatur dan menjaga kesehatan sampai tanggal pelaksanaan PCR. Kami berharap dan mendoakan agar hasil test PCR semua jemaah negatif, dan dapat diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji tahun ini,” sambung Ardi.

Menjawab mekanisme pemberangkatan jemaah haji yang tertunda karena belum bebas covid, Ardi mengatakan masih menunggu mekanismen lebih lanjut.

Namun bila hasil test PCR jemaah yang dikarantina itu masih positif, Ardi menyatakan maka pemberangkatan jemaah haji tersebut dibatalkan.

“Istitha’ah atau aturan kesehatannya seperti itu. Kalau masih positif (test PCR) dengan terpaksa dibatalkan keberangkatannya. Ini sudah menjadi ketetapan pihak embarkasi. Setiap jemaah harus negatif hasil PCR,” tegasnya.

Ia menyebut istitha’ah kesehatan lainnya meliputi vaksin covid 2 kali plus boster, vaksin meningitis, dan influenza. “Bahkan ada test fisik. Itu bagian dari istitha’ah kesehatan yang dilakukan besok sore di GOR Cendrawasih,” paparnya.

Pemberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Sumbawa diperkirakan tanggal 25 Juni mendatang. Beberapa hari sebelumnya para jemaah harus mengikuti test PCR. Usia jemaah haji pada pemberangkatan tahun ini dibatasi maksimal berumur 65 tahun dan minimal 18 tahun. Ini terjadi karena adanya pengurangan kuota haji sebanyak 50 persen dari sebelumnya.(IR)

Komentar