Santri Terseret Ombak di Perairan Lunyuk Ditemukan Meninggal

KabarNTB, Sumbawa – Setelah dinyatakan hilang terseret ombak sejak Sabtu (23/07), Muhammad Sahril, santri NW Padasuka Kecamatan Lunyuk ditemukan sudah meninggal.

Kepala Desa Padasuka Kecamatan Lunyuk, Mahligi, mengungkapkan kepada KabarNTB.
Jasad santri kelas 3 MA NW tersebut ditemukan sekitar pukul 15.30 wita pada Selasa (26/07) di Pantai Sampar Luk, sekitar 8 kilometer dari lokasi Sahril hilang.

Tim SAR saat mengevakuasi jasad M Sahril, santri Ponpes NW Padasuka yang terseret ombak pada Sabtu (23/7) lalu. Korban ditemukan meninggal dunia pasa Selasa sore tadi (26/7). Foto: Ist

Dikesempatan berbeda, Kapolsek Lunyuk, AKP Sugianto mengatakan jasad korban pertama kali dilihat oleh warga yang berjalan dibukit ditepi pantai.

“Jasadnya ngambang ditengah laut sekitar 800 meter dari pantai,” ungkap Sugianto. Informasi ada mayat terapung dilaut segera diinformasikan ke Tim SAR yang kemudian melakukan evakuasi.

Menjawab kondisi jasad, Sugianto mengatakan masih bisa diidentifikasi meski kulitnya sudah melepuh dan sudah membengkak.

“Jasad korban sudah dirumah duka. Sore ini juga dimakamkan,” tandas Sugianto.

Seperti diberitakan, M Sahril hilang pada Sabtu (23/07) sore setelah terseret ombak.
Sahril mandi di Pantai Petani Telang Desa Emang Lestari seusai mengikuti penutupan Masa Orientasi Sekolah (MOS) untuk santri baru.
Sahril hilang karena tak pandai berenang. Selama teman temannya bisa menyelamatkan diri. (IR)

Komentar