Dinas ESDM NTB Inspeksi Penggunaan Material di Konstruksi Smelter

KabarNTB, Sumbawa Barat – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, melaksanakan pembinaan dan pengawasan (Binwas) untuk memastikan penggunaan material lokal di proyek strategis nasional di PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) dan PT Amman Mineral Energi (AMIN) sesuai aturan perundang-undangan berlaku.

Kabid Pertambangan Dinas ESDM Provinsi NTB, Trisman ST, mengatakan, pihaknya telah turun melaksanakan inspeksi ke lapangan dan fokus pada penggunanaan material dalam proyek konstruksi yang sedang berjalan.

“Terhadap kegiatan konstruksi smelter dan pengembangan pabrik pengolahan (concentrator ) kami masih mendalami terkait perizinan yang sesuai untuk diterapkan,” kata Trisman, Jum’at 9 Desember 2022.

Ia menyatakan, jika ditemukan fakta lapangan terkait penggunaan material yang belum memiliki izin, atau Izin Yall yang digunakan masih belum sesuai dengan regulasi yang berlaku saat ini, maka pihaknya akan meminta  perusahaan untuk segera melengkapi persyaratan perizinan dimaksud.

“Untuk diketahui, perizinan mineral bukan logam dan batuan (MBLB) saat ini telah menjadi kewenangan provinsi dan kami siap memberikan pelayanan teknis sesuai aturan perundangan yang berlaku,” timpalnya.

Trisman juga menyinggung soal informasi tentang adanya mesin stone crusher (pemecah batu) atau batching plant yang belum memiliki izin.

Ia menyatakan akan segera berkoordinasi dengan pemkab Sumbawa Barat karena jenis izinnya berupa izin usaha industri masih menjadi kewenangan Pemkab Sumbawa Barat.

“Sampai saat ini pelaksana PSN AMNT dan AMIN masih melengkapi semua hal terkait perizinan teknis dan tetap dalam pembinaan dan pengawasan yang intens dari Dinas ESDM NTB. Masukan msyarakat agar pemerintah hadir dalam tiap kebijakan sektor pertambangan sesuai dengan kewenangannya, tentu menjadi atensi dan tujuan bersama,” demikian Trisman.(EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses