KabarNTB, Sumbawa Barat – Para nelayan di Desa Labuhan Lalar Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat, mengeluh kesulitan untuk mendapat Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk turun melaut.
Menurut tokoh masyarakat Labuhan Lalar, Nasruddin AF, kesulitan itu sudah dialami sejak beberapa hari terakhir. Penyebabnya, petugas SPBU Dasan Kecamatan Jereweh, tidak bersedia melayani pembelian BBM menggunakan jerigen oleh nelayan.
“Alasan petugas SPBU karena dilarang Boss (pemilik SPBU) karena stok BBM terbatas. Padahal umumnya nelayan hanya membeli dengan jerigen ukuran 5 liter,” ungkap Nas.
Ia mengakui selama ini, sebagian besar nelayan Labuhan Lalar membeli BBM di SPBU Dasan. Mereka memilih membeli di SPBU itu karena jarak yang jauh untuk datanng ke SPBU di Kota Taliwang. Selain itu jika membeli di pedagang eceran harga BBM.m jenis Pertalite yang mereka gunakan jauh lebih mahal.
“Ketika pemerintah menaikkan harga BBM beberapa waktu lalu, nelayan sudah kesulitan. Sekarang ditambah lagi dengan sulitnya mendapat BBM itu sendiri. Kami harapkan kondisi ini menjadi perhatian pemerintah,” ucap Nas.
Hal senada juga dikatakan Dedy Damhuji, salah seorang nelayan setempat.
“Kawan-kawan yang turun melaut sekarang hanya yang punya stok BBM dari pembelian sebelumnya. Itupun tidak bisa jauh, hanya di perairan dekat kampung karena BBM terbatas,” katanya.
Kesulitan yang dialami nelayan Labuhan Lalar yang umumnya menggunakan mesin ketinting (5 PK) tidak sampai disitu. Cuaca buruk dalam beberapa waktu terakhir juga semakin mempersulit kondisi yang harus mereka hadapi.
Karena itu, baik Nas maupun Dedy, berharap pemerintah memberi atensi atas kondisi tersebut.
“Kalau cuaca buruk itu memang diluar kemampuan kita, tapi ketersediaan BBM untuk nelayan, itu menjadi kewenangan pemerintah. Kami minta ada kuota pembelian BBM khusus untuk nelayan yang disiapkan di SPBU. Toh kami juga membayar sebagaimana konsumen lain dengan harga yang sama,” kata mereka.(EZ)







